Apakah Physical Asia Indonesia Kalah? Cek Informasinya di Sini

Menyajikan informasi terkini seputar dunia sinema, mulai dari series, drakor, film, dan masih banyak lagi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sinema Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apakah Physical Asia Indonesia kalah? Pertanyaan ini ramai muncul di berbagai platform setelah kompetisi fisik terbesar di Asia itu tayang di Netflix dan mempertemukan atlet tangguh dari delapan negara.
Program yang dikenal dengan tantangan ekstrem ini menampilkan adu kekuatan dan strategi tim dari berbagai latar olahraga.
Format kompetisi yang menuntut kekuatan, ketahanan, dan kerja sama tim ini memang menyajikan dinamika menarik dari tiap negara yang berpartisipasi.
Apakah Physical Asia Indonesia Kalah?
Apakah Physical Asia Indonesia kalah? Mengutip dari dexerto.com, jawabannya adalah ya, tim Indonesia harus tereliminasi setelah gagal melewati babak Quest 2.5 dalam ajang Physical: Asia.
Sebelumnya, Indonesia menghadapi Turki di Quest 2 bertema Shipwreck Transportation Match yang menuntut tim untuk memindahkan kargo berat dari kapal karam ke markas dalam waktu dua puluh menit.
Tim Turki unggul dengan total muatan 1.990 kilogram, sedangkan Indonesia hanya mampu mencapai 1.480 kilogram.
Kekalahan tersebut membuat Indonesia harus mengikuti babak Death Match bersama tiga negara lain, yakni Jepang, Filipina, dan Thailand, untuk memperebutkan posisi agar tetap bertahan di kompetisi.
Dalam babak ini, setiap tim berhadapan dalam pertandingan bergaya olahraga air dan pasir, di mana peserta harus merebut bola dan mencetak skor dalam waktu tiga menit.
Indonesia bertemu Jepang dalam duel intens yang terdiri dari format satu lawan satu dan dua lawan dua. Sayangnya, Jepang mendominasi dan menang tiga ronde berturut-turut sehingga Indonesia resmi tereliminasi dari ajang ini.
Tim Indonesia diisi oleh atlet dan figur publik ternama seperti pebulu tangkis Marcus Fernaldi Gideon, perenang nasional Glenn Victor Sutanto, aktor Jeremiah Lakhwani, serta Maria Selena yang dikenal sebagai mantan Puteri Indonesia.
Setiap anggota menunjukkan ketahanan fisik luar biasa, tetapi tantangan berbasis kekuatan kelompok menjadi hambatan besar dalam menghadapi tim dengan komposisi lebih seimbang seperti Jepang dan Turki.
Eliminasi ini tidak membuat perjalanan tim Indonesia sia-sia. Banyak penonton mengapresiasi semangat juang serta kerja sama yang ditunjukkan selama kompetisi berlangsung.
Bahkan, beberapa adegan memperlihatkan bagaimana tim Indonesia tetap sportif meski menghadapi tekanan besar dari tim lawan.
Kompetisi ini masih berlanjut dengan enam negara tersisa, termasuk Turki, Jepang, Korea, Australia, Mongolia, dan Filipina, yang bersaing memperebutkan gelar negara terkuat di Asia serta hadiah senilai 1 miliar won Korea.
Meskipun hasil akhirnya membuat banyak penonton bertanya apakah Physical Asia Indonesia kalah, penampilan tim Indonesia tetap meninggalkan kesan mendalam karena semangat pantang menyerah di tengah tekanan luar biasa. (Khoirul)
Baca Juga: Daftar Anggota Physical Asia Team Australia yang Mencuri Perhatian
