Bola & Sports
·
16 April 2020 11:14

Intip Kekayaan Pangeran Arab, Calon Pemilik Baru Newcastle United

Konten ini diproduksi oleh Sportainment
Intip Kekayaan Pangeran Arab, Calon Pemilik Baru Newcastle United  (4226)
Logo Newcastle United. Foto: Shutter Stock
Setelah selama 13 tahun Newcastle United dipimpin oleh Mike Ashley, tampaknya sebentar lagi mereka akan memiliki pemilik tim yang baru.
ADVERTISEMENT
Mengutip Sky Sports, Ashley sepakat untuk menjual Newcastle kepada firma PCP Capital Partners, dengan harga 300 juta pound sterling (sekitar Rp 5,9 triliun).
PCP Capital Partners, yang dipimpin oleh Amanda Staveley, tidak sendirian. Dalam proses akuisisi Newcastle ini ia menggaet Pangeran Mohammad bin Salman serta David dan Simon Reuben.
Intip Kekayaan Pangeran Arab, Calon Pemilik Baru Newcastle United  (4227)
Amanda Staveley, paham sepak bola. (Foto: AFP/Paul Ellis)
Nantinya, Pangeran Salman akan menjadi pemegang saham terbesar Newcastle United, yakni 80 persen. Sedangkan PCP Capital Partners dan Reuben bersaudara, masing-masing memegang 10 persen dari total saham.
Lalu, siapa sebenarnya Pangeran Salman ini? Sampai ia sanggup membeli 80 persen saham Newcastle United. Pastinya ia bukan orang sembarangan dan kaya raya.
Pangeran Salman merupakan anak dari Raja Salman yang memimpin Arab Saudi saat ini. Ia juga pemimpin Public Investment Fund (PIF).
Intip Kekayaan Pangeran Arab, Calon Pemilik Baru Newcastle United  (4228)
Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. (Foto: Reuters/Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court)
Kekayaan Pangeran Salman sendiri, diperkirakan mencapai 2,5 miliar pound sterling (sekitar Rp 49,2 triliun). Sedangkan,total kekayaan keluarga kerajaan Arab menurut CNBC, adalah $ 1,4 triliun.
ADVERTISEMENT
Diketahui, walau Pangeran Salman merupakan calon pemegang saham terbesar Newcastle United. Nantinya, yang akan bertindak sebagai Presiden Klub adalah Amanda Staveley.
Tentunya para fans Newcastle akan senang dengan adanya pergantian kepemilikan klub. Pasalnya, Ashley belum bisa membawa klub ke aray yang lebih baik. Sebaliknya, Newcastle sempat dua kali terdegradasi selama Ashley menjabat sebagai Presiden Klub. (jul)