Konten dari Pengguna

Cerita Umroh (1): Long Journey, Madinah-Mekah

Sugeng Winarno

Sugeng Winarno

Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sugeng Winarno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjalanan umroh itu perjalanan panjang (long journey).

Bukan hanya jarak tempuh Indonesia-Jeddah Arab Saudi yang jauhnya melebihi 8 ribu kilometer. Bukan pula soal perjalanan pesawat yang harus ditempuh lebih dari 10 jam.

Tapi, perjalanan umroh itu perjalanan spiritual, pergulatan ibadah yang butuh niat kuat, finansial, kesehatan, serta tentu atas perkenan dan panggilan-Nya.

Perjalanan umroh kami serombongan coba saya tulis di sini. Saya tidak bermaksud pamer (riya’). Bukan pula atas dasar kesombongan karena kami telah berangkat berumroh. Tapi, lewat cerita ini saya berharap bisa jadi syiar. Bisa jadi motivasi bagi siapa saja yang membaca tulisan ini dan Allah membukakan jalan bagi semuanya agar bisa menuju Baitullah.

Seperti saat saya dan keluarga melihat video, foto, atau cerita-cerita haji dan umroh teman atau saudara. Kami selalu senang melihat dan mendengarnya. Kami pun bersholawat seraya bermunajat agar kami pun bisa berangkat ke tanah suci, seperti saudara, teman, dan handai taulan kami yang telah berangkat haji atau umroh lebih dahulu.

Alhamdulillah, perjalanan umroh saya dan keluarga dari Malang dibersamai travel umroh yang tepat. Mitra Umroh Sejahtera, sebuah travel perjalanan umroh yang berkantor pusat di Yogyakarta itu telah mendampingi kami serombongan mengunjungi Madinah dan Mekah dalam berjalanan kebersamaan ibadah yang khusuk dan rasa kekeluargaan yang menyenangkan.

Rombongan jamaah Mitra Umroh Sejahtera dari Bandara Internasional Juanda Surabaya. Sumber foto: Mitra Umroh.

Perjalanan umroh saya dan keluarga dari Malang dipertemukan dengan sejumlah keluarga baru. Kami bertemu dengan keluarga Pak Sugito dari Sidoarjo, keluarga Pak Hendrat Ruswandi (Pak Komandan) dari Muntilan, keluarga Pak Sudrajat Romli dan keluarga Pak Syaifuddin Sudirman (Pak RT) dari Jakarta, keluarga Pak Mochamad Shocheh dari Jepara, ada juga Mbak Mega Herawati (Mbak Mega) dari Salatiga. Kami satu rombongan jamaah berjumlah 18 orang dengan didampingi duo Tour Leader (TL) cantik yakni Mbak Hestiningrum Djumirah Rois (Mbak Hesti) dan Mbak Maitsa Ulimm Uha Assalwa (Mbak Ica), serta seorang muthawif berpengalaman bernama Muhamad Hilman Aminolah (Ustad Hilman).

Perjalanan kami sangat menyenangkan. Kami dipertemukan keluarga baru.

Awalnya perjalanan saya, istri, dan anak, berangkat dari Malang menuju Bandara Internasional Juanda Surabaya. Di Bandara yang berlokasi di Sidoarjo tersebut kami sudah disambut tim Mitra Umroh Sejahtera yakni Mbak Ika Januari. Kami juga bertemu dengan Pak Socheh dan istri, dan Pak Sugito bersama istri dan ketiga putra putinya. Penerbangan kami dari Juanda bertolak menuju Kuala Lumpur (KL) dengan maskapai Malaysia Airline.

Setelah perjalanan sekitar 2,5 jam, rombongan kami tiba di bandara KL. Setelah menunggu beberapa saat, rombongan kami pun bertemu dengan rombongan yang berangkat dari bandara Soekarno Hatta Jakarta. Rombongan via bandara Jakarta ada Pak Drajat beserta istri, Pak RT bersama istri, Pak Hendra bersama istri dan ibu mertua, Mbak Mega, dan 2 TL cantik dan baik hati, Mbak Hesti dan Mbak Ica.

Rombongan jamaah Mitra Umroh Sejahtera dari Bandara International Soekarno Hatta Jakarta. Sumber foto: Mitra Umroh.

Kami makan malam, mempersiapakan diri, dan boarding pesawat. Rombongan kami berangkat dari bandara KL pukul 02.15 waktu KL dengan pesawat Saudi Airline tujuan Jeddah. Tiba di Jeddah pukul 05.55 pagi waktu Jeddah. Perjalanan ditempuh tak kurang dari 9 jam.

Kami tiba di Bandara King AbdulAziz International Airport (KAIA).

Kami berfoto bersama di depan giant aquarium yang memiliki tinggi 14 meter degan diameter 10 meter dan kapasitas 1 juta liter air. Di dalam akuarium ini berisi 2 ribu ikan dengan 65 spesies ikan laut merah terutama ikan hiu, stinger, trigger, mono, dan trifle.

Dua rombongan jamaah Mitra Umroh Sejahtera bertemu di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Sumber foto: Mitra Umroh.

Bandara KAIA ini termasuk terminal 1 yang menghubungkan antara kompleks terminal, gedung parkir, dan stasiun kereta api.

Setelah melewati pintu keluar, rombongan kami menuju bus yang telah dipersiapkan travel.

Rombongan disambut ustad Hilman sebagai muthowif.

Perjalanan kami diawali dengan perkenalan ustad Hilman dan diberikan minum air zam-zam.

Rasa capek perjalanan kami terobati saat memadang kiri kanan pemandangan dari dalam bus.

Rombongan tiba dan berfoto di depan Giant Aquarium di Bandara Jedah, King Abdulazis International Airport (KAIA). Sumber foto: Mitra Umroh.

Perjalanan by bus rombongan kami menuju Madinah dengan jarak tempuh sekitar 5 jam.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 7 pagi dan tiba di Madinah sekitar pukul 12.30 waktu Madinah.

Rombongan kami tiba di hotel Arthal Al Alami Hotel International (Hotel Arthal). Kami menitipkan semua koper di reseptionis hotel, sambil menunggu waktu check in, sekitar pukul 4 sore, rombongan bersiap sholat Dhuhur dan Ashar di Masjid Nabawi.

Cuaca cukup panas waktu kami tiba di Madinah, sekitar 41 derajat Celcius. Kami cukup kaget dengan perbedaan cuaca ini. Namun, setelah kita semua memasuki kawasan masjid Nabawi, semua terasa nyaman dan sejuk.

Kami semua bersyukur telah tiba di Masjid Nabawi dan sholat di masjid yang selama ini hanya kami lihat lewat televisi atau kanal YouTube itu. Kami semua memasuki areal Masjid Nabawi dengan rasa kagum dan takjub atas kebesaran Allah. (*)

(bersambung, ..........)