Konten dari Pengguna

Cerita Umroh (7): Gerbang Kenangan, Do’a, dan Cinta

Sugeng Winarno

Sugeng Winarno

Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sugeng Winarno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gerbang masuk Masjid Nabawi bisa dari segala penjuru. Bisa dari Utara, Selatan, Barat, dan Timur.

Saat rombongan kami menginjakkan kaki di seputar Masjid Nabawi, kami masuk masjid Nabawi dari Gerbang utama karena gerbang itu merupakan jalan terdekat dari posisi hotel rombongan kami.

Bapak-Bapak Jamaah Mitra Umroh berfoto dengan latar gerbang 362. Sumber foto: Ustad Hilman.
zoom-in-whitePerbesar
Bapak-Bapak Jamaah Mitra Umroh berfoto dengan latar gerbang 362. Sumber foto: Ustad Hilman.

Rombongan jamaah Mitra Umroh 9 Agustus menginap di hotel Artal Al Alami Hotel International (Hotel Artal). Hotel ini berada tak jauh dari gerbang Masjid Nabawi tepatnya beralamat di 2997 King Faisal Rd, Bada'ah، 7155 1st Ring Rd, Madinah 42311, Saudi Arabia.

Hotel ini sepertinya jadi langganan bagi banyak jamaah umroh dari Indonesia dan Malaysia.

Merujuk sejumlah sumber, pada masa Rosulullah, Masjid Nabawi awalnya sederhana. Dindingnya dari bata tanah, tiangnya dari batang kurma, atapnya dari pelepah kurma. Pintu-pintu masjid pun sangat terbatas jumlahnya, tidak semegah sekarang. Rosulullah memberi nama pintu-pintu itu sesuai arah atau fungsi. Misalnya Bab Jibril, tempat malaikat Jibril turun membawa wahyu, atau Bab al-Rahmah, yang berarti pintu rahmat.

Terdapat puluhan gerbang di Masjid Nabawi. Setiap gerbang memiliki nomor, warna yang berbeda, dan sebagian juga diberi nama khusus. Nama-nama itu tidak sembarangan, melainkan punya nilai sejarah atau makna spiritual. Beberapa di antaranya yang terkenal adalah: Bab al-Salam (Gerbang Salam), Bab Jibril, Bab al-Rahmah (Gerbang Rahmat), dan Bab al-Baqi’

Hotel Artal International, tempat jamaah Mitra Umroh menginap, tak jauh dari gerbang Nabawi. Sumber foto: penulis.

Selain itu, ada pula Bab al-Majidi (dari nama Sultan Abdul Majid, penguasa Utsmani yang memperluas masjid), Bab Malik Fahd, Bab Malik Abdul Aziz, dan gerbang-gerbang modern lain hasil perluasan kerajaan Saudi.

Seiring berjalannya waktu, para khalifah hingga raja-raja setelahnya memperluas Masjid Nabawi. Begitu pula dengan jumlah dan bentuk gerbangnya. Kini, Masjid Nabawi memiliki puluhan gerbang yang tersebar di segala sisi, dihiasi kaligrafi indah dan ornamen khas Islam.

Saat pertama kali rombongan Mitra Umroh menjejakkan kaki di halaman luasnya, mata kita segera tertuju pada gerbang-gerbang megah yang menjulang tinggi. Pintu-pintu itu bukan sekadar jalur masuk, tetapi juga simbol sejarah, doa, dan cinta.

Dari arah utara, ada gerbang-gerbang besar dan modern seperti Bab Malik Abdul Aziz dan Bab Malik Fahd. Pintu ini adalah jalur utama ribuan jamaah haji dan umrah. Dari sinilah lautan manusia mengalir setiap waktu shalat. Megah, luas, dan kokoh, pintu-pintu ini melambangkan bagaimana Masjid Nabawi terus berkembang mengikuti zaman, tanpa kehilangan ruh sejarahnya.

Ada pintu Bab al-Salam, ada Bab al-Rahmah. Dari pintu inilah jamaah diajak mengingat bahwa masjid ini adalah rumah rahmat Allah. Mereka yang masuk dari sini biasanya datang dengan hati yang penuh harapan, doa ampunan, doa rezeki, doa kesembuhan. Seolah gerbang ini membisikkan, “Rahmat Allah selalu luas bagi siapa pun yang mengetuknya.”

Gerbang 338, gerbang yang sering dilalui jamaah Mitra Umroh. Sumber foto: penulis.

Dari sisi timur, ada Bab Jibril. Nama itu membuat siapa pun yang melangkah teringat pada momen-momen ketika malaikat Jibril turun membawa wahyu. Bayangkan, di dekat pintu itu, sejarah besar Islam lahir. Jamaah yang masuk dari sini biasanya juga akan diarahkan menuju Raudhah. Setiap langkah serasa mengulang jejak para sahabat yang dulu mendampingi Nabi.

Sementara di sisi timur, ada Bab al-Baqi’. Gerbang ini menghadap langsung ke pemakaman Baqi’, tempat para sahabat Nabi, istri-istri beliau, dan tokoh besar Islam dimakamkan. Saat melewati pintu ini, hati seolah digiring untuk merenung betapa dekatnya Nabi dengan para sahabatnya, bahkan hingga di liang lahat. Jamaah yang masuk dari sini seringkali membawa doa-doa panjang untuk para pendahulu mereka.

Di sisi selatan, berdiri Bab al-Hijrah dan Bab Bilal. Nama “Hijrah” mengingatkan kita pada perjalanan berat Nabi dari Mekkah ke Madinah, sebuah simbol perjuangan. Sementara Bab Bilal adalah penghormatan kepada Bilal bin Rabah, muazin pertama yang suaranya merdu menggema di langit Madinah. Masuk dari sini seolah menyerap semangat kesetiaan dan pengorbanan.

Banyak juga jamaah memilih masuk melalui Bab al-Salam, gerbang yang namanya berarti “kedamaian”. Dari sinilah langkah-langkah kecil menuju Raudhah dan makam Nabi dimulai. Ada perasaan haru saat melewati pintu ini, seolah salam kita yang lirih akan langsung sampai ke telinga Rasulullah. Tidak sedikit jamaah menahan air mata di sini, menyadari bahwa mereka akhirnya bisa berada di dekat kekasih Allah.

Menariknya, meski gerbang-gerbang ini berbeda nama dan lokasi, semuanya membawa pesan yang sama yakni pintu menuju Allah selalu terbuka. Dari Salam yang penuh kedamaian, Rahmah yang penuh kasih, Jibril yang penuh wahyu, hingga Baqi’ yang penuh kenangan sejarah, semua pintu mengajarkan kita bahwa Masjid Nabawi adalah rumah persatuan umat.

Berfoto dengan sepeda petugas kebersihan di depan gerbang 331. Sumber foto Hesti Mitra Umroh.

Bagi jamaah, setiap kali melewati salah satu pintu itu, selalu ada momen refleksi. Ada yang mengingat masa lalu Rasulullah, ada yang merenungkan perjuangan sahabat, ada pula yang sekadar menangis karena akhirnya sampai di masjid impian.

Gerbang-gerbang Masjid Nabawi bukan hanya pintu kayu dan marmer berhias emas. Ia adalah gerbang kenangan, doa, dan cinta. Setiap kali jamaah melewatinya, sesungguhnya mereka sedang membuka pintu hati sendiri.

Dan di balik setiap pintu itu, ada janji, siapa pun yang datang dengan niat tulus, akan menemukan kedamaian, rahmat, dan cahaya. (*)

(bersambung,……….)