Tak Kunjung Ditemukan, Pencarian Bocah Tenggelam di Mamasa Dihentikan

Pencarian terhadap seorang bocah berumur 6 tahun di Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, yang diduga hilang terseret arus sungai hingga hari ketujuh belum juga ditemukan.
Pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan bersama warga setempat dengan cara menyusur sungai hingga Senin (24/5/2021) masih nihil.
"Hari ini sudah memasuki hari ketujuh untuk operasi SAR dan belum ada tanda-tanda terkait keberadan korban," kata Komandan Tim SAR Basarnas Mamuju, Syahran, kepada SulbarKini.
Dia menyatakan, Tim SAR gabungan akan menghentikan pencarian karena sudah memasuki hari ketujuh sejak bocah malang tersebut dilaporkan tenggelam. Operasi akan kembali dilakukan bila ada laporan dari masyarakat atau tanda-tanda korban akan ditemukan.
"Sampai saat ini belum ada info terkait tanda-tanda dari masyarakat. Dari hasil koordinasi dengan Camat Mambi tadi, sudah ada masyarakat yang pantau di akhirnya (hilir) sungai Mambi yang berada di Malunda, Majene," tutur Syahran.
Dia menyebutkan, berdasarkan SOP Undang-undang Nomor 29 tahun 2014, pencarian dilakukan selama 7 hari apabila tidak ada tanda-tanda korban ditemukan.
"Namun apabila ada tanda-tanda, maka operasi SAR akan dilanjutkan selama 3 hari ke depan," jelasnya.
Sebelumnya, seorang bocah bernama Abimanyu dilaporkan tenggelam di saluran air atau kanal yang tak jauh dari rumahnya, Selasa (19/5/2021). Saat kejadian, korban yang sedang bermain hujan itu hendak mengambil sandalnya yang jatuh di kanal.
Namun karena arus deras dan air yang meluap, membuat korban terseret arus kanal yang terhubung dengan Sungai Mambi itu.
Pencarian ini juga menyebabkan seorang personel Polsek Mambi, Briptu Imam Saputra Belman, yang ikut dalam pencarian meninggal dunia usai mengalami kecelakaan di sungai setelah terjatuh dari air terjun setinggi sekitar 10 meter.
