Kesan dan Cerita dari Eks Pelatih Brescia tentang Roberto Baggio

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.
Tulisan dari Supersoccer tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Roberto Baggio membela Brescia sejak musim 2000/01 hingga 2003/04. Total, pemain yang dipercaya mengenakan nomor punggung 10 itu mencetak 46 gol dan dua asis dari 101 laga lintas kompetisi.
Di balik itu semua, cerita bergabungnya Baggio ke Brescia sebenarnya cukup mengejutkan. Sebab, status Brescia hanyalah klub promosi.
Meski begitu, pria kelahiran Caldogno, Italia, ini menjelaskan bahwa alasan utamanya memilih Brescia adalah agar dia bisa kembali memperkuat Timnas Italia.
Sebab, saat membela Inter Milan pada musim sebelumnya, Baggio tak mendapat banyak menit bermain. Akibatnya, namanya luput dari skuat Gli Azzurri yang dibawa ke Piala Eropa 2000.
Akan tetapi, kenapa akhirnya pilihan sang fantasista jatuh ke Brescia? Padahal, ada beberapa klub Serie A, bahkan Premier League dan La Liga yang meminati jasanya, lho.
Pada 17 November 2019, Carlo Mazzone memaparkan cerita soal perekrutan Roberto Baggio ke kubu Le Rondinelle. Sosok yang mengemban jabatan pelatih Brescia selama tahun 2000-2003 itu bercerita lewat akun Instagram pribadinya.
Mazzone bilang, Reggina sebenarnya sudah lebih dulu melangsungkan negosiasi dengan Baggio pada masa itu. Namun, katanya, Baggio menolak Gli Amaranto dengan alasan dia tak mau jauh dari keluarga.
Itulah yang kemudian menjadi celah baginya untuk membawa peraih Ballon d'Or 1993 itu ke Stadio Mario Rigamonti.
“Aku mengambil kesempatan itu dan segera bertanya, apakah dia ingin bermain di Brescia. Roberto (Baggi0) menjawab, 'Aku mengharapkannya'. Jadi aku langsung masuk ke mobil untuk mengunjungi Presiden (Brescia) Gino Corioni dan mengusulkan membawa Baggio ke Brescia," kisahnya.
Lantas, Corioni bilang apa?
"Corioni mengambil waktu sebentar dan berkata, 'Baggio seperti keju di atas spageti'," lanjutnya.
Mazzone enggak menjelaskan makna di balik 'keju di atas spageti' itu. Namun, buat sebagian besar orang, keju memang mampu menambah kenikmatan rasa spageti. Perfezionare.
“Roberto berlatih sendirian di Caldogno dengan pelatih pribadinya. Dia bilang kepadaku, 'Aku menggiring bola melewati pelatihku dan tidak ada apa pun di depanku selain kesunyian'," lanjutnya.
Menurut Mazzone, cedera membuat Baggio laiknya sosok terbuang. Banyak orang bilang bahwa dia sudah 'rusak'. "Banyak pelatih yang bicara buruk tentang dia," kata Mazzone.
"Memang benar, lutut Roberto bermasalah selama bertahun-tahun, tetapi dia (berusaha) menyembuhkannya. Dia tiba di tempat latihan satu jam lebih awal untuk menjalani fisioterapi dan latihan penguatan, (Baggio juga) meninggalkan tempat latihan paling akhir," tambahnya.
Selain itu, Mazzone mengaku bahwa dia adalah pelatih yang beruntung karena pernah bekerja sama dengan Baggio.
"Aku adalah pelatih yang beruntung. Mengenang senja kala karierku bersamanya adalah pengalaman yang luar biasa," ungkap pria berusia 82 tahun itu.
Kekaguman pria kelahiran Roma, Italia, itu terhadap Baggio bukan cuma perkara performanya. Mazzone juga mengagumi kepribadiannya.
“Aku juga bisa bilang, bergaul dengan Robi (Baggio) rasanya seperti jalan-jalan di taman. Dia pendiam, sopan, hormat, rendah hati. Dia tidak pernah membiarkan bakat hebatnya membebani orang lain. Dia adalah seorang teman yang membantuku memenangkan laga pada hari Minggu," ujarnya.
Faktanya, klub asal Lombardia itu langgeng di Serie A selama diperkuat Baggio. Setelah Baggio tak lagi berada di skuat, Brescia terdegradasi ke Serie B karena finis di peringkat 19 pada musim 2004/05.
“Baggio adalah salah satu pemain sepak bola Italia terbesar sepanjang masa. Tapi saya bisa bilang bahwa dia adalah seorang yang lebih besar (dari sekadar pesepak bola),” pungkas pelatih yang pensiun pada 2006 itu.
----
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo, buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.
