Kunci Bugar Andrew Robertson: Pantang Alkohol dan Jaga Pola Makan

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

Andrew Robertson adalah kepingan penting skuat Liverpool era Juergen Klopp. Terlepas kontroversi tekel kerasnya pada pemain Tottenham Hotspur, Japhet Tanganga, di laga pekan ke-22 Premier League 2019/20, sulit disangkal bahwa dia adalah bek tangguh.
Per WhoScored, di Premier League musim ini, pemain 25 tahun itu tercatat sudah melepas rata-rata 1,7 tekel sukses; 1,3 intersep; dan 1,8 sapuan per laga. Selain itu, rata-rata dia bisa dilewati oleh pemain lawan hanya 1 kali per laga.
Khusus di Premier League musim 2019/20, Robertson belum sekalipun diganjar kartu kuning dan cuma membikin 0,6 pelanggaran per laga. Secara statistik, dia 'bersih', terlepas dari opini yang menyebutnya layak dikartu merah karena tekelnya pada Tanganga.
Selain bisa mengawal sisi kiri pertahanan Liverpool dengan baik, Robertson juga memiliki kemampuan umpan yang ciamik. Sepanjang musim 2019/20, bek asal Skotlandia itu telah membukukan enam assist dan rata-rata 1,4 umpan kunci per laga.
Apa, sih, rahasia wong kelahiran Glasgow itu? Kenapa bisa sehebat itu?
"Enggak ada bedanya dengan penggawa [Liverpool] lain. Sebagai pesepak bola, Anda menginvestasikan segalanya, Anda menginvestasikan hidup Anda pada sepak bola," ujar Robertson, dilansir Four Four Two.
Investasi di sini maksudnya bukan emas, deposito, atau berlian, ya, guys. Namun, berkaitan dengan kebugaran fisiknya agar selalu siap menghadapi laga demi laga.
“Ini adalah karier yang singkat dan tidak ada yang suka berada di ruang perawatan [karena cedera], atau tidak fit untuk bermain. Saya melakukan segalanya agar selalu siap menghadapi pertandingan," kata eks pemain Hull City itu.
Robertson tidak membual. Faktanya, dari total 21 laga Premier League dan enam laga Liga Champions yang telah dilakoni The Reds musim ini, Robertson selalu turun laga. Begitu juga dalam dua laga Piala Dunia Antarklub, satu laga Piala Super UEFA, dan satu Community Shield.
Lantas, apa yang dilakukan Robertson agar selalu fit? Gaya hidup adalah kunci. Dia menjaga pola makan dan asupan gizi.
“Gaya hidup, saya selalu makan dengan baik dan memerhatikan apa yang saya makan," ujarnya.
Selain itu, ada pantangan yang diterapkannya selama musim berjalan. Robertson mengaku tidak mengonsumsi alkohol.
"Saya tidak minum [alkohol] sepanjang musim, tetapi jangan salah, kalau musim sedang libur, saya punya beberapa minggu [dihabiskan untuk minum alkohol]. Bagaimanapun juga, saya orang Skotlandia," jelasnya.
Apa hubungannya alkohol dengan orang Skotlandia? Well, mungkin karena orang Skotlandia memang akrab dengan konsumsi minuman beralkohol. Lha wong bir saja sudah diproduksi di sana sejak 5.000 tahun yang lalu.
Namun, Robertson memilih untuk menahan diri demi performa dan kebugaran yang terjaga. Baginya, ini adalah bagian dari investasi untuk tubuhnya.
"Selama musim ini, saya berusaha untuk tidak melakukannya dan itu penting karena Anda perlu berinvestasi dalam tubuh Anda," tuturnya.
“Itu hal yang paling penting. Setiap hari, tim di Melwood memastikan tubuh kami siap dan bugar," lanjutnya.
Okelah, tapi itu 'kan Robertson. Kalau penggawa Liverpool yang lain bagaimana?
“Saya tidak bisa memberi tahu Anda. Saya tidak mengitari rumah mereka, tapi menurut saya, sih, sama," jawabnya.
"Kami semua mencoba menginvestasikan segalanya dan itulah mengapa Anda melihat selama masa-masa sulit dan sibuk setelah Natal, kami terlihat segar, karena pemulihan sangat tepat," tambahnya.
Intinya, gaya hidup menentukan prestasi. Demi trofi juara Premier League, Andrew Robertson dan koleganya di Liverpool rela mengorbankan sementara 'nikmat' duniawi.
Editor: Katondio Bayumitra Wedya
---
Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersey original.

