Kumparan Logo
Ole Gunnar Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer, pelatih Manchester United, di laga kontra Sheffield United di Bramall Lane.

Solskjaer: Seandainya Saya Bisa Ganti 11 Pemain di Awal Babak Kedua

Supersoccer

Supersoccerverified-green

Situs web sepak bola terlengkap menampilkan berita sepak bola internasional, preview highlights pertandingan ligaEropa, klub dan pemain, statistik pertandingan.

comment
93
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mohon maaf, itu kepala gatal banget kayaknya. Foto: REUTERS/Andrew Yates
zoom-in-whitePerbesar
Mohon maaf, itu kepala gatal banget kayaknya. Foto: REUTERS/Andrew Yates

Tidak mudah menjadi seorang pelatih untuk tim seperti Manchester United. Ada tekanan untuk membawa 'Setan Merah' kembali berjaya seperti di era Sir Alex Ferguson atau Sir Matt Busby.

Ole Gunnar Solskjaer menyadarinya. Dia mencoba sebisa mungkin mengembalikan nama baik klub kesayangan publik Old Trafford itu.

Namun, itu bukan tugas mudah. Tidak perlu melihat jauh ke belakang. Tengok saja apa yang terjadi ketika Manchester United bertandang ke Bramall Lane, markas Sheffield United, di pekan ke-13 Premier League, Minggu (24/11/2019).

Juru taktik asal Norwegia itu dibuat pusing oleh 'tingkah' pasukannya di lapangan. Mereka bahkan tertinggal lebih dulu di babak pertama, tepatnya pada menit 19, akibat ulah Phil Jones.

kumparan post embed

Tim tuan rumah memang menekan tamunya dengan agresif. Kerapatan antarlini anak buah Chris Wilder yang apik membuat armada Solskjaer tak berkutik.

The Blades juga kerap menggempur 'Setan Merah' lewat serangan-serangan yang dibangun dari dua sisi sayap. Tercatat, David De Gea bahkan sampai harus membuat dua penyelamatan di babak pertama.

Kondisi ini tak pelak membikin Solskjaer mengungkapkan perasaannya kepada wartawan pasca-laga yang berakhir dengan skor sama kuat 3-3 itu.

"Kami harus mengejar ketertinggalan di babak kedua. Kami harus menempatkan penyerang lain. Saya bisa saja mengganti 11 pemain di awal babak kedua [andai diizinkan]," ungkapnya, dilansir The Independent.

Yang benar saja. Ganti pemain, kok, rombongan. "Woi, pokoknya setiap kali kebobolan ganti tim, yak!" Masa gitu? Untung saja, aturannya, maksimal hanya tiga pemain yang boleh diganti.

“Itu adalah hal taktis. Masalahnya, hari ini bukan tentang taktik, tetapi soal keinginan [menang] yang tidak kami miliki pada babak pertama dan mereka [para pemain] merasakan [kesulitan] di babak pertama," ujar Solskjaer.

Manchester United mendapat tekanan dari Sheffield United. Foto: REUTERS/Andrew Yates

"Anda harus memantaskan diri untuk memenangi laga dan kami tidak pantas memenangi laga sampai menit 70," lanjutnya.

"Saya tidak tahu emosi apa yang mesti diluapkan. Namun, saya harus 'membangunkan' para pemain. Saya harus membuat mereka sadar agar bisa membalikkan keadaan. Mengubah isi kepala para pemain. Kepala para pemain muda itu. Ingat, mereka ini masih muda," kata Solskjaer.

Faktanya, Manchester United kembali kebobolan di babak kedua oleh Lys Mousset, tepatnya pada menit 52. Namun, mereka berhasil membuat gol balasan pada menit 72 lewat tendangan Brandon Williams.

“Mereka mendapatkan kepercayaan diri setelah gol pertama. Itu mungkin pertama kalinya Daniel James melewati [Enda] Stevens dan dia melakukan umpan silang yang luar biasa, penyelesaian akhir yang fantastis dari Brandon," puji Solskjaer.

United menyamakan kedudukan pada menit 77 berkat gol Mason Greenwood. Dua menit setelahnya, Marcus Rashford membuat United membalikkan keadaan.

"Tiba-tiba kami unggul, berada di atas angin, dan para pemain mencoba menjauhkan diri dari rasa takut," lanjutnya.

Namun apa daya? Saat laga memasuki menit 90, Sheffield United menyamakan kedudukan lewat gol Oliver McBurnie--yang bola tendangannya nyaris bisa diselamatkan De Gea.

Oliver McBurnie: "Golku mantap betul, toh???". Foto: Action Images via Reuters/Carl Recine

Well, sekali lagi, memang tidak mudah bagi siapa pun untuk membawa Manchester United kembali berjaya, bahkan hanya untuk memenangi satu laga, termasuk Solskjaer. Susahnya minta ampun.

Wajar kalau pria terkaya Inggris sampai ogah membeli klub sepak bola satu ini, yang padahal merupakan klub favoritnya sendiri.

Atau jangan-jangan, sebaliknya, Solskjaer-lah yang membuatnya jadi sulit. Menurut kalian bagaimana?

---

Mau nonton bola langsung di Inggris? Ayo, ikutan Home of Premier League. Semua biaya ditanggung kumparan dan Supersoccer, gratis! Ayo buruan daftar di sini. Tersedia juga hadiah bulanan berupa Polytron Smart TV, langganan Mola TV, dan jersi original.

collection embed figure