Bruno Guimaraes Bidik Trofi Bersama Arsenal Sebelum Pulang ke Brasil

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bruno Guimaraes merayakan kemenangan setelah pertandingan Arsenal.
zoom-in-whitePerbesar
Bruno Guimaraes merayakan kemenangan setelah pertandingan Arsenal.

Gelandang Arsenal Bruno Guimaraes menargetkan trofi mayor bersama klub barunya sebelum memutuskan pulang ke kampung halaman untuk pensiun. Kepindahan senilai 75 juta poundsterling dari Newcastle United pada musim panas ini menandai babak baru dalam karier sepak bola pemain berusia 28 tahun tersebut. Meski memiliki impian jangka panjang untuk kembali merumput di liga lokal Brasil, fokus utamanya saat ini sepenuhnya tertuju pada upaya membawa skuad asuhan Mikel Arteta mendominasi kancah domestik dan Eropa.

Komitmen Penuh untuk Meraih Gelar di Emirates Stadium

Berbicara saat menjalani tugas internasional bersama tim nasional Brasil, gelandang enerjik ini menegaskan bahwa keputusannya untuk hengkang ke London Utara didorong oleh ambisi besar meraih prestasi tertinggi. Bruno tidak ingin sekadar menjadi pelapis, melainkan bertekad mengukir sejarah baru di bawah asuhan The Gunners.

“Ya, saya ingin kembali ke Brasil untuk bermain bersama Vasco atau Athletico Paranaense, dua klub yang sangat saya syukuri. Namun, sejujurnya saya tidak memikirkan hal itu sekarang. Saya baru saja tiba di Arsenal, jadi fokus saya sangat terarah. Saya ingin memenangkan kompetisi di sana, saya ingin bermain, dan saya ingin meninggalkan jejak saya dengan seragam baru ini,” ungkap Guimaraes mengenai rencana masa depannya.

Meninggalkan Warisan Bersejarah di Newcastle United

Sebelum resmi mengenakan seragam Arsenal, pemain berkebangsaan Brasil ini telah membangun reputasi legendaris selama hampir lima tahun membela Newcastle United. Ia menjadi salah satu pilar utama yang membangkitkan kembali kejayaan klub berjuluk The Magpies tersebut di bawah kepemilikan baru, bahkan sukses mengakhiri puasa gelar panjang klub yang bermarkas di St James' Park.

Keputusan meninggalkan Tyneside diakui Bruno sebagai langkah emosional yang sangat sulit karena kedekatan mendalam dengan para suporter setia Newcastle. Kendati demikian, ia merasa bahwa kepindahan ke London Utara adalah langkah yang tepat di saat yang tepat demi perkembangan karier profesionalnya yang membutuhkan tantangan lebih besar.

“Newcastle adalah klub tempat saya mengukir sejarah yang sangat indah. Saya adalah kapten pertama yang memenangkan gelar di sana setelah 70 tahun bersama rekan satu tim saya, sehingga kami berhasil mengukir sejarah klub. Saya merasa di dalam hati bahwa saya membutuhkan tantangan baru, saya siap untuk itu, dan saya sangat berterima kasih kepada klub atas semua yang telah mereka berikan,” tambahnya.

Proses Adaptasi demi Menghadapi Ekspektasi Tinggi

Bergabung dengan Arsenal yang berstatus sebagai penantang gelar juara Liga Primer Inggris memberikan tekanan sekaligus tanggung jawab besar bagi pundak Bruno. Ia mengakui bahwa proses transisi dari rutinitas lama ke lingkungan baru membutuhkan waktu adaptasi yang tidak sebentar, namun ia optimistis mampu melaluinya dengan baik.

“Sekarang, memulai perjalanan saya di Arsenal, memulai dengan baik, memulai dengan langkah yang benar. Ini adalah tanggung jawab baru yang sangat ingin saya ambil. Saya harus fokus karena meninggalkan rutinitas yang biasa saya jalani di klub lama dan memulai rutinitas baru membutuhkan sedikit waktu dan adaptasi, tetapi saya pikir saya melakukannya dengan baik,” pungkasnya penuh optimisme.

Setelah menuntaskan proses kepindahannya, tantangan terdekat Bruno kini beralih ke laga internasional bersama tim nasional Brasil, di mana ia dan rekan setimnya di Arsenal, Gabriel Magalhaes, harus menempuh perjalanan jauh ke Australia untuk melakoni laga uji coba sebelum melanjutkan perjalanan ke India.