Mengenal Bagaimana Penularan Penyakit Influenza yang Patut Diwaspadai

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Gejala umumnya antara lain demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, batuk, pilek, hingga sakit kepala. Lalu, bagaimana penularan penyakit influenza dapat terjadi?
Flu atau influenza termasuk penyakit yang sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya. Jumlah kasus influenza pun akan mengalami peningkatan, terutama ketika memasuki musim pancaroba dan bisa menyerang semua kelompok umur.
Biasanya, virus flu telah menginfeksi seseorang sebelum mereka merasakan gejalanya. Bahkan, mungkin saja seseorang merasa sehat, padahal tanpa disadari dirinya telah terpapar virus. Namun, hal ini kembali bergantung pada daya tahan tubuh seseorang.
Menurut situs Medical News Today, gejala flu biasanya muncul sekitar 1-4 hari setelah virus masuk ke dalam tubuh. Pada fase ini pula, seseorang dapat menularkan virus kepada orang lain.
Sebagai bentuk kewaspadaan, pelajari tentang cara penularan penyakit influenza selengkapnya di bawah ini.
Bagaimana Penularan Penyakit Influenza?
Penyakit influenza menular melalui droplet (cipratan air liur) dari saluran pernapasan penderita flu. Droplet yang mengandung virus penyebab flu ini dapat keluar dari saluran pernapasan si penderitanya.
Merangkum dari buku Home Health Handbook yang ditulis oleh Genell J. Subak-Sharpe, berikut cara paling umum penularan penyakit influenza yang patut diwaspadai:
1. Berdekatan dengan Penderita
Salah satu cara penularan virus flu adalah melalui tetesan liur yang muncrat ketika seseorang yang terinfeksi bersin, batuk, atau sekadar berbicara. Tetesan liur ini bisa melesat ke udara hingga 30 cm-1 meter, dan akhirnya terhirup oleh orang-orang di sekitarnya.
2. Kontak Fisik dengan Penderita
Flu juga bisa menular melalui sentuhan, misalnya jabatan tangan. Orang yang terinfeksi akan terus bersin, kemudian membersihkan hidung, atau menutup hidungnya dengan tangan. Tentunya, virus akan menempel pada tangan dan berpindah pada setiap benda yang disentuh olehnya.
3. Menyentuh Permukaan Benda yang Terpapar Virus
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, virus dapat menempel di permukaan benda, misalnya gagang pintu, telepon seluler, meja, bahkan uang kertas. Maka dari itu, penularan sangat mudah terjadi hanya dengan cara menyentuh permukaan benda yang terpapar virus flu.
Dikutip dari situs Mayo Clinic, virus influenza dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama beberapa jam, tergantung jenis permukaannya. Umumnya, virus dapat bertahan lebih lama di permukaan besi, plastik, atau kaca. Faktor lain seperti suhu dan tingkat kelembaban juga dapat memengaruhi lamanya virus bisa bertahan di luar tubuh.
Jika orang yang sehat menyentuh benda yang telah terpapar, virus influenza bisa menginfeksi orang tersebut. Risiko penularan akan semakin tinggi apabila orang tersebut langsung menyentuh hidung atau mulutnya, tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Fase Penularan Virus Influenza Sebelum Gejala Muncul
Cara penularan virus flu paling rentan terjadi selama fase inkubasi, yaitu masa di antara seseorang pertama kali terpapar virus sampai gejalanya muncul.
Fase inkubasi atau dikenal dengan istilah masa jendela umumnya terjadi sekitar 1-7 hari setelah kontak pertama dengan virus. Artinya, seseorang dapat terinfeksi dan mengalami gejalanya kapan saja dalam rentang masa inkubasi tersebut.
Orang dewasa bisa menularkan virus influenza pada orang lain dalam 5-10 hari, setelah ia merasakan gejala. Sementara itu, untuk anak-anak yang sehat akan tertular hingga dua minggu kemudian.
Jadi, apabila seseorang mulai mengalami gejala influenza pada hari ketiga masa inkubasi, ia sudah bisa menularkan virus itu kepada orang lain sampai 10 hari setelahnya. Selanjutnya, tingkat kegawatan penularan flu akan semakin menurun, meski risiko penularannya tetap sama.
Terdapat sejumlah tanda jika penularan flu sudah terjadi. Gejala flu umumnya muncul mendadak, meski sebelumnya kondisi tubuh sedang baik-baik saja.
Berikut gejala flu yang umum terjadi yang dikutip berdasarkan Buku Ajar Ilmu Kesehatan (Memahami Gejala, Tanda Dan Mitos) karya Umar Zein.
Hidung meler disertai rasa gatal
Terus-menerus bersin
Badan terasa nyeri dan lemah
Batuk
Demam
Sakit kepala
Mual dan muntah
Apabila gejala terus bertambah parah, sekaligus merasa kesulitan untuk bernapas, sakit dada, dan demam yang tidak kunjung menurun, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Baca Juga: Cara Mengobati Batuk Berdahak dan Pilek pada Anak
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa itu penyakit influenza?

Apa itu penyakit influenza?
Flu atau influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang menyerang tenggorokan, hidung, dan paru-paru. Orang yang menderita infeksi flu dapat mengalami gejala berupa sakit kepala, demam, hidung tersumbat atau berair, pilek, hingga batuk.
Kapan gejala influenza muncul?

Kapan gejala influenza muncul?
Gejala dari influenza dapat muncul secara cepat pasca virus masuk ke dalam tubuh. Setelah terkena virus, pengidapnya mulai menunjukkan gejala dalam 1 hingga 4 hari.
Apa faktor yang bisa meningkatkan risiko penularan influenza?

Apa faktor yang bisa meningkatkan risiko penularan influenza?
Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko penularan influenza, salah satunya adalah usia. Influenza musiman biasanya cenderung menyerang balita dan orang tua.
