Influenza: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

Kumpulan artikel yang membahas informasi seputar kesehatan.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Artikel Kesehatan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Influenza atau flu merupakan infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan. Bagi kebanyakan orang, influenza memang akan sembuh dengan sendirinya. Namun, penyakit ini juga bisa menimbulkan komplikasi yang mematikan.
Influenza sangat umum terjadi di musim pancaroba. Penyakit ini sangat mudah menular ke orang lain. Beruntungnya, kebanyakan penderita influenza akan sembuh setelah sakit selama satu atau dua minggu.
Flu dan pilek adalah dua kondisi yang berbeda. Pilek umumnya muncul secara bertahap dengan gejala yang lebih ringan, sehingga tidak terlalu berdampak pada rutinitas pengidapnya.
Lain halnya dengan flu yang cenderung menyebabkan gejala lebih berat, sehingga bisa mengganggu aktivitas pengidapnya. Selain itu, masa inkubasi flu juga lebih singkat.
Lantas, apa saja penyebab seseorang terjangkit penyakit influenza? Bagimana gejala yang dirasakan penderitanya? Agar mengetahuinya, simak pembahasan berikut ini.
Apa Penyebab dari Penyakit Influenza?
Merujuk pada buku Melawan Influenza (H1N1) karya dr. Mangku Sitepoe, influenza disebabkan oleh virus influenza yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus influenza ini dibagi menjadi tiga tipe, yakni:
1. Influenza Tipe A
Dari macam-macam flu yang ada, influenza tipe A termasuk yang paling banyak ditemukan dan mudah menular. Orang-orang yang terjangkit virus tipe A dapat menularkannya ke orang lain dalam radius hingga 1,8 meter, saat mereka batuk atau bersin.
Sebab cara penularan virus tipe ini cukup cepat, influenza jenis A berpotensi menjadi wabah penyakit yang tersebar luas. Selain manusia, flu tipe ini juga dapat menyerang berbagai hewan, seperti burung, babi, atau kuda.
2.Influenza Tipe B
Jika jenis flu tipe A bisa menginfeksi manusia dan hewan, tidak dengan tipe B. Influenza tipe B hanya dapat menginfeksi manusia. Sama dengan jenis A, jenis flu ini bisa saja berakibat fatal, jika tidak segera ditangani.
Gejala-gejala dari influenza tipe B serupa dengan macam-macam flu lainnya, seperti batuk, bersin, hidung berair, tubuh terasa nyeri, demam, dan sakit tenggorokan.
3. Influenza Tipe C
Influenza jenis ini memiliki tingkat infeksi yang paling rendah, jika dibandingkan dengan macam-macam flu lainnya. Tingkat keparahan influenza tipe C biasanya tidak terlalu parah. Namun, penyakit ini tentunya masih membutuhkan perhatian lebih untuk ditangani.
Selain itu, virus influenza tipe C juga tidak menyebabkan epidemik, yaitu kondisi penyebaran virus yang cepat dari orang ke orang. Sangat jarang ada pasien yang mengalami komplikasi akibat terinfeksi virus ini.
Sebagai informasi tambahan, virus influenza menyebar melalui udara dalam tetesan atau percikan liur (droplet), ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Dari sinilah, seseorang dalam kondisi normal atau sehat akan menghirup tetesannya secara langsung atau mendapatkan virus saat memegang benda tertentu, dan kemudian menyentuh mata, hidung, atau mulut.
Faktor Risiko Penularan Influenza
Rahmansyah Darmawan dalam bukunya Tanya Jawab Flu Babi, Flu Singapura, dan Flu Burung menyebutkan beberapa kelompok yang lebih rentan terkena penyakit influenza, yakni:
1. Usia
Faktor risiko penyebab penyakit influenza yang pertama adalah usia. Influenza musiman biasanya cenderung menyerang balita dan orang tua.
2. Keadaan Tempat Tinggal
Keadaan tempat tinggal yang tidak bersih atau fasilitas bersama dengan banyak penghuni, seperti panti jompo atau asrama tentara lebih rentan terkena influenza.
3. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Selain itu, orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga lebih rentan terkena penyakit influenza. Biasanya, pengobatan kanker, obat anti penolakan, kortikosteroid, dan HIV/AIDS bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh.
Hal inilah yang membuat seseorang bisa lebih mudah tertular influenza dan meningkatkan risiko terkena komplikasi.
4. Penyakit Kronis
Faktor risiko penyebab penyakit influenza selanjutnya adalah penyakit kronis. Kondisi kronis, seperti asma, diabetes, atau jantung bisa meningkatkan risiko terjangkit komplikasi akibat influenza.
5. Hamil
Wanita hamil juga lebih mungkin untuk terjangkit komplikasi influenza, terutama dalam trimester kedua dan ketiga.
Apa Sajakah Gejala Penyakit Influenza?
Gejala dari influenza dapat muncul secara cepat pasca virus masuk ke dalam tubuh. Setelah terkena virus, pengidapnya mulai menunjukkan gejala dalam 1 hingga 4 hari.
Awalnya, seseorang yang mengidap influenza akan mengalami sakit tenggorokan, bersin, pilek, hingga merasakan nyeri di beberapa bagian badan bahkan sekujur tubuh yang menyulitkannya untuk beranjak dari tempat tidur.
Selain itu, gejala-gejala yang umumnya lainnya yang dapat timbul pada pengidap flu adalah:
Pegal-pegal;
Batuk kering;
Sakit kepala;
Kehilangan nafsu makan;
Tubuh yang menggigil;
Berkeringat.
Segeralah berobat ke dokter, jika gejala di atas tidak kunjung membaik setelah dua minggu, atau sempat membaik tetapi tak lama kemudian kian memburuk. Tindakan darurat perlu dilakukan bila gejala flu disertai sesak napas atau penurunan kesadaran.
Cara Mengobati Influenza
Dihimpun dari buku The Threat of Pandemic Influenza: Are We Ready? terbitan Institute of Medicine, terdapat beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati influenza , yaitu:
1. Obat-obatan Medis
Flu tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, karena penyakit ini disebabkan oleh virus. Namun, ada beberapa obat yang direkomendasikan untuk meredakan gejala flu, agar pengidapnya tak terlalu lama mengalami gejala-gejala yang mengganggu aktivitas.
Beberapa pilihan obat flu, antara lain:
Antivirus: Oseltamivir, Zanamivir
Analgetik/antipiretik: Paracetamol
OAINS: Natrium Diclofenac, Asam Mefenamat, Ibuprofen
Antitusif: Dekstrometorfan, Kodein Fosfat
Dekongestan: Pseudoephedrine
2. Pengobatan Rumahan
Menggosokkan balsam dengan formula bahan-bahan alami berkhasiat seperti camphor, eucalyptus oil, dan menthol pada dada, leher, dan punggung.
Menghirup uap hangat dengan menyampurkan 2 sendok teh balsam dengan air panas. Bisa juga dengan bantuan vaporizer untuk mengencerkan ingus yang menyumbat hidung.
Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur untuk meredakan gejala sakit tenggorokan.
Mandi air hangat atau kompres dengan bantalan pemanas untuk membantu meringankan nyeri otot.
Perbanyak cairan dalam tubuh, yakni minum 2 liter air putih setiap harinya untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.
Konsumsi suplemen atau vitamin untuk daya tahan tubuh.
Istirahat yang cukup.
Konsumsi obat penghilang rasa sakit.
Sebelum meminum obat ataupun suplemen, pastikan penderita influenza berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisinya, sekalipun itu obat bebas.
Tindakan Pencegahan Influenza
Seperti penjelasan sebelumnya, influenza bisa menyebar melalui bersin atau menyentuh benda yang sudah terkontaminasi virus flu. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadinya influenza, kebersihan harus selalu dijaga.
Berikut beberapa hal untuk mencegah penularan influenza yang terinspirasi dari situs Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Sering mencuci tangan dengan sabun dan air, setidaknya selama 20 detik. Jika tidak ada akses ke air, maka bisa gunakan hand sanitizer.
Hindari menyentuh wajah, mata, hidung, dan mulut.
Tutupi batuk dan bersin dengan tisu atau siku, kemudian cuci tangan.
Bersihkan permukaan benda apa pun yang sering disentuh secara teratur untuk mencegah penyebaran infeksi.
Hindari keramaian. Sebab, flu menyebar dengan mudah di mana pun orang berkumpul, seperti tempat penitipan anak, sekolah, gedung perkantoran, hingga transportasi umum.
Hindari siapa saja yang sedang sakit. Jika sakit, sebaiknya tetaplah di rumah setidaknya selama 24 jam setelah demam hilang, sehingga mampu mengurangi kemungkinan menulari orang.
Baca Juga: Hidung Tersumbat Tapi Tidak Pilek, Apa Penyebabnya?
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Apa saja obat untuk atasi flu?

Apa saja obat untuk atasi flu?
Antivirus (Oseltamivir, Zanamivir), Analgetik/antipiretik (Paracetamol), OAINS (Natrium Diclofenac, Asam Mefenamat, Ibuprofen), Antitusif (Dekstrometorfan, Kodein Fosfat), dan Dekongestan (Pseudoephedrine).
Kapan gejala influenza muncul?

Kapan gejala influenza muncul?
Gejala dari influenza dapat muncul secara cepat pasca virus masuk ke dalam tubuh. Setelah terkena virus, pengidapnya mulai menunjukkan gejala dalam 1 hingga 4 hari.
Apa faktor yang bisa meningkatkan risiko penularan influenza?

Apa faktor yang bisa meningkatkan risiko penularan influenza?
Ada banyak faktor yang bisa meningkatkan risiko penularan influenza, salah satunya adalah usia. Influenza musiman biasanya cenderung menyerang balita dan orang tua.
