Mengapa Ritual di Pagi Hari Sebegitu Pentingnya?

Kalau ikut workshop yang memang saya niat daftar - biasanya sang MC suka menyapa heboh dengan request. "Ketika saya bilang 'Semangat Pagi!' Jawabnya 'Pagi, Pagi, Pagi' sambil kepalkan tangan ke atas, yaa."
Kemudian dengan ceria yang dibangun secara ganjil, saya dan seisi ruangan ber-"pagi-pagi-pagi" ria sembari mengepal tangan. Kadang saya malu, jadi kepalan tangannya seadanya saja yaa, he..he..
Pagi berlalu, kemudian siang datang, setelah shalat, makan siang, dan istirahat - terkadang workshop berlangsung hingga sore. Kemudian sang MC lucunya masih menyapa, "Semangat Pagi? Manaa semangat paginya.."
-
Dari situ, saya berpikir, apa yang menyebabkan kata 'pagi' identik dengan 'semangat'. Mengapa tidak 'semangat siang', di mana mentari lagi 'semangat-semangat'-nya bersinar terik?
Rupanya, situs-situs produktivitas atau entrepreneurship yang saya baca, banyak menekankan betapa krusialnya pagi hari. Dicatut dari Elite Daily, pelatih fitness dan entrepreneur Mandie Brice mengungkapkan, melestarikan rutinitas pagi bikin seseorang jadi mudah untuk merefleksikan hidup dan menyusun capaian sehari-hari.
Brice menyarankan agar kita menentukan apa-apa saja yang ingin kita capai di sepanjang hari, pada momen pagi hari. Pagi hari juga dapat menjadi kuil sepi untuk menentukan langkah-langkah apa yang akan kamu kerjakan.
"Ketika kamu punya rutinitas spesifik positif tiap harinya, maka bisa jadi hal-hal sehat pun autopilot terjadi," ujar Brice. Jika pagi hari diawali dengan rutinitas sehat, bukan tidak mungkin hal-hal sehat lainnya akan terpicu dilakukan di sepanjang hari.
Dalam Forbes.com, Melody Wilding salah satu penulis My Morning Routine: How Successful People Start Every Day Inspired mengatakan, pagi hari adalah momen krusial untuk menentukan tema di sepanjang hari. Jika pagi hari seseorang diisi oleh hal-hal tidak produktif, Wilding berpendapat seseorang tersebut akan mudah 'dikuasai' oleh distraksi dan agenda orang lain.
Maka, mulailah awal pagimu dengan hal-hal produktif.
Hal ini juga diakui oleh Dean Yeong dalam blognya, DeanYeong.com. Ia mengutip pendapat marinir Amerika Serikat William Mc Raven. Mc Raven berujar, "Jika kamu ingin mengubah dunia, mulailah dengan membereskan kasurmu tiap pagi."
Maksud McRaven yang ditangkap Yeong, yakni, membereskan kasur bisa jadi merupakan kebiasaan kunci yang memicu kebiasaan-kebiasaan bagus lainnya di sepanjang hari. Membereskan kasur bisa jadi merupakan small win yang bikin seseorang tertantang untuk meneruskan small win-small win lainnya.***
Artikel ini merupakan bentuk kerjasama dengan komunitas Indonesian Freelancer. Follow instagram-nya (@indonesian.freelancer) dan simak medium-nya mengetahui kabar seputar freelance di Indonesia!
