Seberapa Penting Personal Space Bagi Kesehatan Mental Kita?

Konten Media Partner
13 Januari 2020 21:44
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
ADVERTISEMENT
sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber: pixabay.com
Isu mengenai mental health belakangan ini menjadi hangat seiring terjadinya beberapa kasus yang tidak dinginkan menimpa beberapa orang. menurunnya kualitas kesehatan mental seseorang, bisa dikarenakan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah sempitnya ruang untuk dirinya sendiri.
ADVERTISEMENT
Ruang sendiri, atau personal space, memiliki banyak manfaat untuk menjaga kualitas mental kesehatan seorang manusia. Roberty S. Feldman dalam bukunya Social Psychology, menjelaskan bahwa ruang sendiri atau ruang pribadi merupakan bentuk usaha perlindungan diri sendiri, pengurangan stress dan upaya mengembalikan fokus.
Diah Mahmudah, psikolog dan juga pemilik biro psikologi Dandiah, juga berkata hal yang sama. “penting sekali menurut saya personal space itu, karena hal tersbeut bentuk dari self-care seseorang untuk memelihara kesehatan mentalnya. Self care sendiri adalah ipaya agar kita tetap sehat secara fisik, mental dan spiritual, sehingga akhirnya kita mampu menjalani peran dalam kehidupan secara optimal.” Ujar Diah.
sumber: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
sumber: pixabay.com
Di tengah hingar bingarnya dunia seperti saat ini, banyak yang membuat kita merasa tidak nyaman secara kejiwaan. Tekanan mental dari orang sekitar, ketergantungan terhadap orang lain, komunikasi yang tidak sehat, dan problema lainnya yang membuat kita butuh waktu untuk sendiri.
ADVERTISEMENT
Ruang sendiri atau pribadi ini pun bermanfaat untuk diri kita saat merasa sedang dibawah tekanan kehidupan. Ruang sendiri akan memberimu kesempatan untuk berpikir secara lebih rileks dan jernih, bagaimana cara untuk menghadapi masalah yang sedang melintang.
Sayangnya, saat ini makin sedikit dari kita yang menyadari pentingnya ruang sendiri. ditengah trending nya media sosial, kita hidup di era extimité (keinginan untuk menunjukkan aspek diri yang bersifat pribadi), membuat kita tertarik untuk selalu membagikan kegiatan pribadi kita. Hingga secara tidak sadar mengikis ruang pribadi yang harusnya secara nyaman dimiliki.
Bahkan, tak jarang kita melihat berseliweran di sosial media, hubungan hingga foto pribadi yang diumbar, sampai konten grebek rumah ala youtuber. Saat itulah ruang pribadi sudah menjadi ruang publik dan privasi semakin susah dimiliki.
ADVERTISEMENT
Kini, privasi sudah mahal harganya, dan untuk mendapatkannya ada resiko yang harus diambil.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020