Semua Punya Standar Cantik Versi Sendiri

Saat seseorang berkaca pada cermin mungkin ia pernah merasa kecewa, lantas mengingat-ingat kembali apa yang dikatakan orang lain.
"Jerawat kamu kok gak sembuh-sembuh, coba pakai skincare ini. Terus makanannya diatur jangan segala dimakan,"
"Coba deh, kamu tuh jangan pakai baju warna itu mulu. Kamu terlihat gendut,"
"Kamu pasti cantik kalau rambutmu dipanjangin,"
dan lain sebagainya.
Suara-suara itu terus saja berkeliaran di kepala, hingga membuat rasa insecure meledak dengan sendirinya. Kesal, stres, mungkin menangis adalah salah satu pilihan yang sering diambil.
Paling parah adalah tidak sedikit dari mereka yang merasa depresi dan berniat mengakhiri hidupnya karena perkataan-perkataan tersebut.
Pada akhirnya apa yang disampaikan, yang tadinya hanya sekadar iseng malah bisa menyakiti dan bahkan membunuh orang lain. Hal ini bisa menjadi pelajaran untuk kita ketika kita hendak mengatakan sesuatu kepada orang lain, pikirkanlah tentang ini:
Apakah hal itu akan membuat kita semakin bahagia?
Apakah hal itu akan membantu menyelesikan masalah?
Apakah kita akan bahagia, jika seseorang mengatakan hal itu pada kita?
Lalu, mengenai standar kecantikan semua punya versinya masing-masing. Kadang iklan di televisi atau media sosial seringkali mengelabui bahwa cantik itu harus berkulit putih, mulus, kurus dan lain sebagainya. Sungguh memuakkan bukan?
Kita benar-benar termakan kata-kata komersial yang memaksa untuk ikut membeli produk tersebut dan memimpikan bisa menjadi apa yang iklan tersebut katakan. Didorong juga oleh perkataan orang lain yang memaksa kita berubah, fantasi kita menjadi liar, semua menuntut kita untuk bisa menjadi apa yang mereka harapkan.
Enggak ada yang salah memang ketika kita mau memperbaiki, tapi ingat lakukan itu karena diri sendiri bukan karena orang lain. Hal ini karena yang tahu tentangmu hanya dirimu sendiri. Sekali lagi standar kecantikan itu berbeda dan kita harus punya standar cantik versi sendiri.
Coba tenangkan dirimu, biarkan suara-suara yang membuat kepalamu sakit hilang dan lenyap. Dalam buku Imperfect karya Meira Anastasia dikatakan, semua orang memang memiliki hak untuk berkomentar. Namun, kita juga punya hak untuk merespon komentar tersebut, harus ada aksi-reaksi.
"Mari belajar berempati (lagi) sebelum kita mengeluarkan komentar tentang penampilan fisik orang lain, seperti 'kalau rambut panjang pasti lebih cantik' Karena untuk kalian yang sudah nyaman berambut panjang, kira-kira apakah kalian akan kesal kalau disuruh-suruh potong pendek sama orang lain biar terlihat lebih muda dan segar,"
Ada satu kutipan menarik tentang menjadi diri sendiri dari lirik lagunya Alesia Cara:
There's a hope that's waiting for you in the dark. You should know you're beautiful just the way you are. And you don't have to change a thing. The world could change its heart. No scars to your beautiful, we're stars and we're beautiful.
Semangat ya!!!***
