Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan: Kebocoran Pipa Gas, 4 Orang Terjebak

Ledakan terdengar di kompleks perumahan Grand Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (20/7) sore
Seorang tukang bangunan bernama Ali yang berada di lokasi mengatakan suara ledakan tersebut terdengar cukup kuat.
"Getarannya besar, asbes pada hancur semua," kata Ali kepada wartawan di lokasi.
Ali menuturkan, akibat ledakan tersebut, sejumlah bagian bangunan roboh.
"Ada korban," ujarnya.
Sekitar pukul 15.00 WIB, tampak polisi dan sejumlah ambulans tiba di lokasi. Ambulans tersebut berasal dari RS Bhayangkara Medan.
Tim Jibom hingga SAR Dikerahkan
Brimob Polda Sumatera Utara mengerahkan puluhan personel Tim Penjinak Bom (Jibom) dan Tim Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) Detasemen Gegana serta Tim Search and Rescue (SAR) Polda Sumut ke lokasi kejadian.
Pengerahan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumut, AKBP Octorolas Simbolon.
Tim Jibom kemudian melakukan sterilisasi dan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian guna mencegah ancaman lanjutan.
Sementara Tim KBR, melakukan deteksi terhadap kemungkinan adanya paparan berbahaya.
"Kami mengerahkan puluhan personel Tim Jibom dan KBR Detasemen Gegana serta Tim SAR Batalyon A Pelopor untuk mendukung proses penanganan di lokasi kejadian," kata Dansat Brimob Polda Sumut, Kombes Pol M Rendra Salipu dalam keterangannya.
"Seluruh personel bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing guna memastikan lokasi aman, membantu proses evakuasi, serta mendukung penyelidikan yang dilakukan oleh kepolisian," sambung Rendra.
4 Orang Terjebak
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Jean Calvijn Simanjuntak menyebut ledakan berasal dari rumah nomor 3B.
Jean mengatakan, ledakan tersebut juga berdampak pada enam hingga tujuh rumah di sekitar lokasi kejadian akibat serpihan bangunan.
"Sumbernya dari rumah nomor 3B. Namun, ada sekitar enam sampai tujuh rumah yang terdampak karena posisinya berada tepat di depan rumah yang roboh. Beberapa rumah di depannya mengalami kerusakan akibat serpihan," kata Jean kepada wartawan, Senin (20/7).
Jean menjelaskan, terdapat enam orang yang berada di dalam rumah saat ledakan terjadi. Hingga kini, baru dua orang yang berhasil dievakuasi, yakni seorang pria dewasa dan seorang balita.
"Saat ini data yang kami dapatkan, ada enam orang yang tinggal di dalam rumah tersebut. Dari enam orang itu, seorang bapak berhasil dievakuasi," ujarnya.
"Seorang anak balita saat ini masih dirawat di salah satu rumah sakit. Sementara empat orang lainnya, kita berdoa bersama semoga proses evakuasi yang kita laksanakan membuahkan hasil," lanjutnya.
Ia menyampaikan, pria yang berhasil dievakuasi merupakan orang tua pemilik rumah nomor 3B.
"Masih ada istri pemilik rumah di dalam. Kemudian ada dua atau tiga asisten rumah tangga (ART). Informasi yang kami terima ada tiga ART, tetapi kami masih memastikan apakah ketiganya memang berada di dalam rumah. Mohon waktu, teman-teman, kita bersabar karena proses evakuasi masih berlangsung," katanya.
Alat berat dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak reruntuhan bangunan.
Penyebab Ledakan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengungkap dugaan sementara penyebab ledakan tersebut.
"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Calvijn saat di lokasi, Senin (20/7).
Calvijn menyebut, dugaan pipa gas itu terdeteksi oleh alat pendeteksi petugas.
"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn.
"Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkas Calvijn.
