Serba-serbi Pidato Prabowo di Sidang Tahunan

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Sidang Tahunan MPR/DPD/DPR di Gedung MPR pada Jumat (14/8). Prabowo hadir mengenakan setelan jas abu-abu.
Kedatangan Prabowo disambut Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD Sultan Najamudin. Mereka lalu memasuki holding room.
Adapun, Sidang Tahunan MPR RI merupakan agenda rutin yang dihadiri anggota MPR, DPR, DPD, serta jajaran kabinet. Dalam sidang di gedung MPR itu juga Prabowo akan menyampaikan pidato kenegaraan.
Berikut rangkuman isi pidato Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR:
Akui Belum Tunaikan Semua Janji
Mengawali pidatonya, Prabowo mengakui belum menunaikan semua janji-janji politiknya. Namun, dalam kurang dari 2 tahun kepemimpinannya, ia mengeklaim sudah mulai menyelesaikan sejumlah masalah.
"Saya belum bisa mengatakan bahwa seluruh persoalan bangsa telah selesai, atau bahwa seluruh janji yang saya ucapkan telah tertunaikan, belum," ujar Prabowo.
"Tetapi dalam waktu kurang 2 tahun, kita telah buktikan dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras didasari hati yang tulus, kehendak yang jelas, orientasi kepada rakyat dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit atau terlalu rumit dapat kita mulai selesaikan. Saya tidak mengatakan selesai, saya mengatakan kita mulai selesaikan," lanjutnya.
Prabowo dilantik sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024. Hari ini, genap sudah 21 bulan ia menjabat sebagai kepala negara.
Penghasilan Ketua MA di RI Lebih Tinggi dari Singapura
Presiden Prabowo Subianto mengaku telah meningkatkan kesejahteraan hakim Indonesia. Ia mengeklaim penghasilan Ketua Mahkamah Agung (MA) di Indonesia lebih tinggi ketimbang Singapura.
"Sekarang penghasilan hakim-hakim kita, terutama yang yunior, berada di atas rata-rata ASEAN," ujar Prabowo.
"Bahkan Ketua Mahkamah Agung telah melaporkan kepada saya bahwa penghasilan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia sekarang lebih tinggi dari Ketua Mahkamah Agung Singapura. Beliau yang lapor kepada saya."
-Presiden RI, Prabowo
"Saudara-saudara, mengenai masalah hakim, Pemerintah telah berhasil menaikkan remunerasi hakim. Untuk hakim-hakim yang paling yunior, penghasilan mereka telah naik 280 persen. Tertinggi dalam beberapa dasawarsa," ungkapnya.
Bintang Kehormatan untuk Pimpinan Danantara
Presiden Prabowo Subianto menilai jajaran pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) layak mendapatkan bintang kehormatan atas kinerja dan pengelolaan badan tersebut.
Prabowo awalnya mengapresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Menurutnya, keberhasilan dapat dicapai dengan cepat apabila pengelolaan dilakukan berdasarkan prinsip manajemen yang sehat dan niat untuk bekerja bagi kepentingan negara.
"Saudara-saudara, ini membuktikan dengan manajemen yang akal sehat, dengan niat tidak menipu, keberhasilan kita bisa datang dengan sangat cepat," kata Prabowo.
Prabowo kemudian menyampaikan apresiasi secara khusus kepada jajaran pimpinan Danantara. Ia bahkan menilai mereka pantas menerima tanda kehormatan dalam momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.
"Sekali lagi saya apresiasi manajemen dan pimpinan Danantara. Saya kira pantas pimpinan Danantara mendapat bintang kehormatan yang pantas di suasana hari kemerdekaan ini," ujarnya.
Prabowo lantas meminta persetujuan anggota MPR yang hadir mengenai rencana pemberian tanda kehormatan tersebut.
"Apakah Majelis menyetujui? Pantas tidak mereka menerima tanda kehormatan? Pantas tidak?" tanya Prabowo.
Birokrasi Tak Boleh Menghambat Keputusan yang Baik
Presiden Prabowo Subianto menegaskan birokrasi tidak boleh menjadi penghambat dalam menjalankan kebijakan dan keputusan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Birokrasi tidak boleh menghambat keputusan yang baik,” kata Prabowo.
Prabowo mengakui salah satu persoalan yang masih dihadapi Indonesia adalah birokrasi yang berbelit-belit dan tidak bekerja secara efisien. Ia juga menyoroti praktik penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.
"Para birokrat yang sering menggunakan jabatan dan wewenangnya untuk memperkaya diri, memperkaya keluarganya, dan memperkaya kelompoknya. Ini harus kita berantas!," tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, persoalan tersebut tidak perlu ditutupi, terlebih di tengah era digital dan keterbukaan informasi.
"Bukan kita tutup-tutupi. Era sekarang era digital, era informasi. Tidak ada gunanya kita tutup-tutupi, justru kita harus selesaikan masalah ini," ujar dia.
Orang yang Korupsi untuk MBG Adalah Orang Biadab
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak boleh menerima kondisi masih adanya anak Indonesia yang mengalami stunting. Karena itu, dia memastikan program MBG akan terus dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan dan efisiensi.
Prabowo juga melontarkan kecaman keras terhadap pihak yang memanfaatkan program tersebut untuk melakukan korupsi, terutama karena MBG diperuntukkan bagi pemenuhan kebutuhan makanan anak-anak.
"Saya menilai mereka yang mau korupsi dari makanan untuk anak-anak ini adalah orang-orang biadab," tegas Prabowo.
"Ini adalah orang-orang yang tidak pantas kita hormati. Menurut saya, ini sama sekali tidak ada nilai kemanusiaan," sambungnya.
Ingin Anak Indonesia Kuasai Bahasa Asing
Presiden Prabowo Subianto mengatakan anak-anak sejak sekolah dasar (SD) sudah harus mulai diajarkan bahasa asing. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing penting untuk meningkatkan daya saing generasi muda Indonesia di tengah kebutuhan tenaga kerja global.
Prabowo mengatakan pembelajaran bahasa asing nantinya menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pendidikan terbaik bagi anak-anak Indonesia. Dia menilai anak-anak akan lebih cepat menguasai bahasa jika mulai belajar sejak usia dini.
“Pelajaran apa pun kita akan kumpulkan guru-guru terbaik, termasuk bahasa asing. Bahasa asing mutlak harus kita kuasai, kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD,” ujar Prabowo saat Pidato Kenegaraan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Dia mengatakan pembelajaran tersebut bahkan akan dimulai sejak siswa duduk di kelas 1 SD. Pemerintah, kata Prabowo, akan mendorong anak-anak mempelajari sejumlah bahasa asing yang dianggap penting.
“SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing, bahasa-bahasa yang paling penting. Bahasa Inggris, Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa-bahasa juga Jepang, Korea, Bahasa Spanyol, Bahasa Prancis,” katanya.
Suatu Saat Anak Papua Akan Pimpin Negeri Ini
Presiden Prabowo Subianto menyapa Kristina Beno, siswi asal Merauke, Papua Selatan. Ia membangkitkan semangat Kristina untuk menjadi pemimpin bangsa.
"Hari ini, hadir bersama kita, Kristina Beno, siswi kelas 6 Sekolah Dasar dari Merauke, Papua Selatan. Kristina, terima kasih," ucap Prabowo.
Kristina baru pertama kali datang ke MPR. Prabowo bilang, Kristina mungkin suatu saat duduk di atas panggung.
Prabowo lalu menyinggung saat ini sudah ada menteri yang berasal dari Papua. Diketahui, salah satu menteri dari Papua, yakni Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
"Sekarang sudah ada Menteri ESDM dari Papua. Kita tidak tahu suatu saat anak Papua akan memimpin negeri ini, kita tidak tahu," ujar dia.
Prabowo bilang, cita-cita Kristina bisa terbantu berkat adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan Rakyat
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa makna kemerdekaan Indonesia tidak berhenti pada berkibarnya bendera Merah Putih. Menurutnya, kemerdekaan harus dirasakan langsung masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Prabowo, apabila dahulu para pahlawan berjuang untuk memastikan bangsa Indonesia memiliki negara yang merdeka, maka tugas generasi saat ini adalah memastikan negara mampu meningkatkan kualitas hidup rakyat.
"Jika dahulu para pahlawan berjuang agar bangsa Indonesia memiliki negara, hari ini tugas kita bersama adalah memastikan bahwa negara kita berhasil, negara kita dapat memberi peningkatan kualitas hidup bagi rakyat kita," ujarnya.
Prabowo menegaskan negara harus hadir dalam berbagai kebutuhan masyarakat. Mulai dari petani yang membutuhkan pupuk dan teknologi, buruh yang membutuhkan perlindungan dalam bekerja, hingga anak-anak yang membutuhkan makanan bergizi dan pendidikan yang layak.
"Negara kita hadir saat petani membutuhkan pupuk, teknologi. Negara hadir ketika buruh membutuhkan perlindungan dalam bekerja dan berkarya. Negara harus hadir ketika anak-anak membutuhkan MBG dan sekolah yang baik," tutur Prabowo.
Dia juga menekankan kehadiran negara ketika keluarga membutuhkan kebutuhan dasar seperti rumah, air bersih, listrik, serta perlindungan ketika menghadapi masa sulit.
Prabowo kemudian menegaskan bahwa perjuangan kemerdekaan belum selesai. Kemerdekaan, kata dia, harus dapat dirasakan dalam berbagai ruang kehidupan masyarakat.
"Kemerdekaan belum selesai hanya karena bendera kita, bendera Merah Putih, telah berkibar. Kemerdekaan harus terasa di meja makan rakyat kita, kemerdekaan harus terasa di ruang kelas anak-anak kita, kemerdekaan harus terasa di puskesmas dan rumah sakit, dan di masa depan setiap keluarga Indonesia," tandas dia.
