Kumparan Logo

Menyambut Indonesia Women's League, Merayakan Kembalinya Liga Sepak Bola Wanita

kumparanBOLANITA

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pertandingan antara Persija Jakarta Wanita vs FC Bekasi City Wanita dalam Liga Wanita Indonesia 2026/2027 di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pertandingan antara Persija Jakarta Wanita vs FC Bekasi City Wanita dalam Liga Wanita Indonesia 2026/2027 di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Yang dinanti-nanti datang juga. Indonesia Women's League, liga sepak bola wanita senior profesional Indonesia, akhirnya datang menjadi pengganti Liga 1 Putri yang digelar tujuh tahun lalu dan tak pernah berlanjut.

Di Gameweek 1, penggemar sepak bola wanita Indonesia langsung disuguhi tiga pertandingan dari enam tim yang beroperasi di Jabodetabek. Garudayaksa melawan Persita Tangerang, Persikad Depok versus Dewa United, dan Persija Jakarta menjamu FC Bekasi City.

Ketiga laga pembuka musim tersebut digelar pada Minggu (18/10) di Stadion Madya, Senayan, Jakarta Pusat. Pertandingan dibagi menjadi tiga waktu penyelenggaraan, yaitu pada 7.30 WIB, 15.00 WIB, dan 19.30 WIB.

Pada laga pertama, Garudayaksa, yang tampil di bawah kendali pelatih kawakan Yopie Riwoe, harus menerima kekalahan tipis lewat gol Persita di menit akhir pertandingan.

Memanfaatkan umpan telusur yang membongkar pertahanan Remini Rumbewas dan Ellen Tria, Diana Annisa yang baru berusia 18 tahun melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau kiper Prihatini. Persita menangi laga pertama dengan skor 1-0.

Pertandingan Garudayaksa vs Persita di pekan pembuka Indonesia Women's League 2026 di Stadion Madya, Jakpus, Minggu (18/10/2026). Foto: Kemenpora RI

Di laga kedua, pertandingan berjalan alot sampai menit ke-50. Kedua tim yang sama-sama punya materi mewah, saling ancam melalui beberapa kombinasi serangan.

Baru pada menit 68, Persikad punya kesempatan mencetak gol pertama. Mendapat hadiah penalti, pemain asing asal Turki, Gamze Bilmez, maju menjadi algojo. Namun, tendangannya lemah, mengarah ke tengah, dan mampu diselamatkan kiper Timnas Wanita Indonesia, Laita Roati, dengan mudah.

Keapesan Bilmez berlanjut di menit 79. Berawal dari umpang silang di sisi kiri pertahanan Persikad, ia berduel dengan Zahra Muzdalifah yang masuk di babak kedua dan justru memantulkan bola ke gawang sendiri. Gol itu bertahan sampai pertandingan berakhir dan memberikan kemenangan 1-0 untuk Dewa United.

instagram embed

Di laga ketiga, FC Bekasi City menghadapi Persija Women dengan gagah berani. Melawan klub kebanggaan Jakarta di depan pendukung sendiri, asuhan Rudy Eka Priyambada justru bisa unggul lebih dulu via gol penalti Nao Tsukamoto pada menit ke-30.

Meski begitu, Persija juga punya senjata serupa dari Jepang. Tendangan superkencang dari Saki Nishihara melalui tendangan bebas menembus gawang Bekasi yang dijaga oleh Windi Ayu Puspitasari.

Kedua tim tampil trengginas sampai akhir laga, walaupun di akhir, kedua tim harus puas dengan masing-masing satu poin. Tapi sebagai tontonan, pekan pertama IWL ini sudah sangat menarik. Keras, cepat, dan punya kemampuan teknik cukup baik untuk standar liga yang sudah hilang selama tujuh tahun.

Bahkan pujian datang dari Isabelle Nottet, pemain Timnas Wanita Indonesia yang dinaturalisasi 2025 lalu. Di musim panas ini, ia mengambil langkah berani dengan tak lagi berkarier di Eropa dan memilih membela Persikad Depok Women.

Pertandingan antara Persija Jakarta Wanita vs FC Bekasi City Wanita dalam Liga Wanita Indonesia 2026/2027 di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (18/10/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Menurutku liga ini bagus dan menurutku sangat menyenangkan karena akhirnya kita memiliki liga di sini. Ini baru permulaan dan kita harus berkembang bersama-sama. Jadi ya, tentu saja (mau berkarier jangka panjang di Indonesia)," ujar Nottet kepada kumparanBOLANITA, Minggu (18/10).

Tentu saja ini hanyalah awal mula, masih banyak yang perlu diperbaiki baik isu dalam maupun luar lapangan. Tapi setidaknya Indonesia kembali punya liga sepak bola wanita seniornya lagi. Dan itu, Squads, patut kita rayakan bersama.

instagram embed