6 Cara Menanam Kentang untuk Pemula dengan Baik dan Benar

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kentang adalah salah satu tanaman yang mudah tumbuh. Dalam artian, tanaman ini tidak mudah mati jika lupa menyiramnya ataupun memberi pupuk. Lalu, bagaimana cara menanam kentang untuk pemula dengan baik dan benar?
Menurut buku Petunjuk Praktis Menanamnya Kentang, Neni Suhaeni, (2023:31), tanah yang dipakai untuk menanam kentang harus diolah sebaik mungkin.
Dalam pengolahan tanah, yang perlu dilakukan adalah mencangkul tanah, menggemburkan tanah, membuat bedengan, dan membuat saluran air.
6 Cara Menanam Kentang untuk Pemula
Berdasarkan situs gardendesign, ini dia beberapa cara menanam kentang untuk pemula yang harus diperhatikan agar mendapatkan kentang yang berkualitas.
1. Pilih Bienih Kentang
Mulailah dengan memilih benih kentang organik yang bersertifikat bebas penyakit yang diperoleh dari katalog atau toko pertanian. (Kentang dari toko kelontong yang telah diberi obat penghambat tunas tidak cocok untuk ditanam).
Jika membeli dari toko pertanian, cobalah untuk memilih umbi yang sudah bertunas. Jika tidak, lakukan pra-tunas dengan meletakkannya di atas meja dapur. Kentang yang sudah bertunas dapat dipanen beberapa minggu lebih awal daripada kentang yang belum bertunas.
2. Pisahkan bagian Matanya
Hanya kentang kecil seukuran bola golf yang harus ditanam utuh. Potong kentang besar menjadi beberapa bagian.
Alasan untuk memotong kentang adalah karena banyak mata pada kentang besar akan membuat tanaman yang padat dan bertangkai banyak, dengan begitu setiap batang akan bersaing untuk mendapatkan makanan dan kelembapan, dan pada akhirnya hanya menghasilkan kentang kecil.
3. Jemur Kentang yang Sudah Dipotong
Selanjutnya, jemurlah potongan kentang di bawah sinar matahari, atau letakkan di atas meja atau meja di ruangan yang hangat (sekitar 70°F), dengan penerangan yang cukup selama tiga sampai lima hari.
Langkah ini memungkinkan potongan kentang menjadi lebih kering untuk mencegah pembusukan.
4. Menanam Kentang
Tanamlah ruas-ruas benih kentang dengan sisi miring ke bawah (mata menghadap ke atas) di dalam lubang atau parit sedalam 6 inci. Beri jarak setiap ruas dengan jarak 12 inci di semua sisi.
Di antara setiap ruas, taburkan 2 sendok makan pupuk rendah nitrogen dan tinggi fosfor. Kemudian tutupi kentang dan pupuk dengan tanah setebal 2 inci, dan sirami tanah dengan baik.
5. Pembumbunan
Karena kentang baru terbentuk pada batang lateral, atau stolon di atas benih kentang, maka tanaman merambat perlu dibumbun.
Ketika kecambah hijau mencapai ketinggian 8 inci, kubur semua kecuali 4 inci bagian atasnya dengan tanah, jerami cincang, atau daun-daun yang sudah diparut.
Timbun lagi saat tanaman kentang tumbuh 8 inci lagi. Semakin banyak menimbun, semakin produktif hasil panennya. Hentikan pembumbunan saat tanaman merambat berbunga.
6. Memanen Kentang
Dua minggu setelah tanaman merambat berbunga, penanam dapat merogoh tanah atau mulsa dan mengambil beberapa bayi kentang. Jika tidak, tunggu sampai tanaman merambat mati.
Kentang baru berukuran kecil dapat siap dipanen dalam waktu sepuluh minggu. Namun, kentang berukuran besar membutuhkan waktu sekitar 80-100 hari untuk mencapai kematangan.
Baca juga: Cara Perkembangbiakan Kentang, Ketahui Lebih Jauh di Sini!
Demikianlah informasi seputar cara menanam kentang untuk pemula. Agar mendapatkan hasil panen yang berkualitas, tambahkan pupuk kompos yang terbaik. (Diah)
