Cara Menghitung Biaya Penyusutan dalam Bisnis

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap perusahaan tentu memiliki aset yang digunakan untuk keberlangsungan bisnisnya. Aset tersebut tentu mengalami penyusutan setiap periodenya. Oleh karena itu, setiap pengusaha harus mengetahui cara menghitung biaya penyusutan dalam bisnis.
Hal ini disebabkan karena nilai ekonomis aset akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Lalu, bagaimana cara menghitung biaya penyusutan barang dalam bisnis?
Cara Menghitung Biaya Penyusutan
Berikut adalah cara menghitung biaya penyusutan dalam bisnis dengan mudah mengutip dari buku yang berjudul Akuntansi Pajak (ed.1) yang ditulis oleh Waluyo.
Jumlah penyusutan akan dialokasikan ke setiap periode akuntansi menggunakan berbagai metode yang sistematis. Penggunaan metode penyusutan mempersyaratkan adanya penggunaan yang konsisten, tanpa memandang tingkat profitabilitas perusahaan.
Dalam praktik akuntansi komersial perhitungan penyusutan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode seperti di bawah ini:
1. Metode garis lurus
Metode garis lurus ini merupakan metode yang sering digunakan untuk melakukan perhitungan beban penyusutan. Metode ini mempunyai fokus pada penyusutan menggunakan waktu bukan dari fungsi penggunaannya.
Metode garis lurus mempunyai rumus sebagai berikut:
Biaya Penyusutan = (Biaya Perolehan Aset – Nilai Residu) / (Masa Manfaat Aset)
Cara penghitungan persentase penyusutan dapat dengan mudah dilakukan apabila diketahui masa manfaat. Masa manfaat aset tetap selama 5 tahun,
maka:
Tarif penyusutan = 100/5 = 20%
Aset tetap harga perolehan: Rp300.000.000,00.
Besarnya penyusutan = 20% x Rp300.000.000 = Rp60.000.000,00
2. Metode pembebanan menurun
Metode ini sering disebut metode jumlah angka tahun yang akan menghasilkan jumlah penyusutan yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Dengan rumusan:
Biaya Penyusutan = Tarif Penyusutan x Dasar Penghitungan Penyusutan
Dasar Penghitungan Penyusutan Harga Perolehan -/- Nilai Residu
Tarif penyusutan ditetapkan dengan pecahan, yaitu pembilang adalah angka tahun yang ada selama masa manfaat aset tetap, sebagai contoh 1, 2, 3,4,5 dan seterusnya.
Sedangkan pembilang untuk tahun pertama adalah penjumlahan angka tahun sampai dengan angka tahun terakhir. Sebagai contoh, apabila masa manfaat hanya 5 tahun, maka penjumlahannya ( 1 + 2+3+4+5)=15.
Penghitungan penyusutan dapat dilakukan:
Harga perolehan aset tetap = Rp300.000.000
Nilai residu = Rp45.000.000
Masa manfaat 5 tahun
Penyusutan tahun ke:
Ke 1 = 15/15 x (Rp300.000.000 - Rp45.000.000) = Rp 85.000.000
Ke 2 = 4/15 x (Rp 255.000.000) = Rp68.000.000
Ke 3 = 3/15 x (Rp 255.000.000) = Rp51.000.000
Ke 4 = 2/15 x (Rp 255.000.000) = Rp34.000.000
Ke 5 = 1/15 x (Rp 255.000.000) = Rp17.000.000
Itulah cara menghitung biaya penyusutan dalam bisnis yang perlu diketahui. Dengan memahami cara di atas, maka akan mengetahui nilai dari aset yang dimiliki. (Eln)
Baca juga: Cara Menghitung Pendapatan yang Benar untuk Kemudahan Berbisnis
Frequently Asked Question Section
Apa rumus biaya penyusutan dengan metode garis lurus?

Apa rumus biaya penyusutan dengan metode garis lurus?
Biaya Penyusutan = (Biaya Perolehan Aset – Nilai Residu) / (Masa Manfaat Aset).
Apa rumus biaya penyusutan dengan metode pembebanan menurun?

Apa rumus biaya penyusutan dengan metode pembebanan menurun?
Biaya Penyusutan = Tarif Penyusutan x Dasar Penghitungan Penyusutan.
