Konten dari Pengguna

Cara Menghitung Harga Jual Nastar dengan Tepat agar Tidak Merugi

Tips dan Trik

Tips dan Trik

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara menghitung harga jual nastar. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara menghitung harga jual nastar. Sumber: pexels.com

Nastar adalah salah satu kue kering yang wajib ada di momen hari raya Idulfitri. Oleh karena itu, tidak heran jika selama bulan Ramadan, banyak bermunculan orang-orang yang menjual kue nastar. Lantas, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana cara menghitung harga jual nastar?

Bagi seseorang yang baru pertama kali ingin coba jual kue kering, tentu informasi ini sangatlah penting untuk diketahui. Tujuannya sudah pasti agar tidak merugi saat asal-asalan menentukan harga jual di pasaran.

Tata Cara Menghitung Harga Jual Nastar

Ilustrasi cara menghitung harga jual nastar. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Prosiding Seminar Nasional Sosial dan Humaniora "Mengembangkan Kehidupan Berbangsa Yang Lebih Beradab" (2023:1236), berikut ini adalah rumus yang digunakan dalam tata cara menghitung harga jual nastar agar tidak merugi saat dijual di pasaran.

Biaya Produksi (Modal) + Margin (Profit)

Sementara untuk menghitung biaya produksi, perlu merinci hal-hal berikut ini.

(I) Ongkos Pembuatan - Tenaga, waktu (tenaga kerja)

(II) Ongkos Pembuatan - Lain-lain

Agar lebih mudah dalam memahaminya, berikut adalah simulasi perhitungan harga jual nastar.

Bahan:

Mentega 2 Kg – @ 20.000/kg = Rp60.000

Telur 2 Kg – @ 24.000/kg = Rp48.000

Terigu 4 Kg – @ 18.000/kg = Rp72.000

Total biaya bahan baku = Rp180.000

Misalkan, kue kering yang dihasilkan 6 toples, maka biaya bahan baku per toplesnya adalah Rp180.000 : 6 = Rp30.000.

(I) Ongkos Pembuatan - Tenaga, waktu (tenaga kerja)

Misalnya, harus membayar pekerja dengan upah Rp60.000/hari, maka masukkan angka itu pada komponen harga.

Jika sehari bisa dipakai untuk memproduksi 6 toples, maka komponen ongkos pembuatan adalah Rp60.000 : 6 = Rp10.000/toples.

(II) Ongkos Pembuatan - Lain-lain

(a) Untuk memanggang kue butuh gas untuk menyalakan kompor.

Misalnya, memakai gas elpiji 3 kg seharga Rp24.000 dan menghasilkan 6 toples tadi. Jadi, biaya gas pertoples Rp24.000 : 6 = Rp4.000/toples

(b) bahan baku perlu dibeli ke pasar atau toko bahan kue dan tentunya harus memakai kendaraan.

Catat dan kemudian hitung ongkosnya. Misalnya, Rp12.000 untuk 6 toples yang artinya Rp2.000.-/toples.

(c) biaya alat lain, seperti toples, label, atau plastik, misalkan Rp5.000/toples

Total Biaya Produksi: Biaya bahan baku + Ongkos tenaga kerja + Ongkos lain-lain

Total Biaya Produksi: Rp30.000 + Rp10.000 + (Rp4.000 + Rp2.000 + Rp5.000) = Rp51.000/toples

Setelah mendapatkan biaya produksi, maka baru bisa ditambahkan profit yang diinginkan dengan tetap memperhatikan modal, depresiasi, promosi, dan lain sebagainya. Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut.

Biaya Produksi: Rp51.000/toples

Profit (Total): 80% dari biaya produksi alias Rp40.800/toples

Harga jual: Rp51.000 + Rp38.250 = Rp91.800/toples

Baca Juga: Cara Membuat Nastar Lembut Rasa Nanas dan Green Tea

Itulah cara menghitung harga jual nastar yang dapat dipahami agar tidak merugi saat ingin menjual kue kering ini. (Anne)