Cara Menghitung Harga Jual Nastar dengan Tepat agar Tidak Merugi

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nastar adalah salah satu kue kering yang wajib ada di momen hari raya Idulfitri. Oleh karena itu, tidak heran jika selama bulan Ramadan, banyak bermunculan orang-orang yang menjual kue nastar. Lantas, yang jadi pertanyaan adalah bagaimana cara menghitung harga jual nastar?
Bagi seseorang yang baru pertama kali ingin coba jual kue kering, tentu informasi ini sangatlah penting untuk diketahui. Tujuannya sudah pasti agar tidak merugi saat asal-asalan menentukan harga jual di pasaran.
Tata Cara Menghitung Harga Jual Nastar
Mengutip dari buku Prosiding Seminar Nasional Sosial dan Humaniora "Mengembangkan Kehidupan Berbangsa Yang Lebih Beradab" (2023:1236), berikut ini adalah rumus yang digunakan dalam tata cara menghitung harga jual nastar agar tidak merugi saat dijual di pasaran.
Biaya Produksi (Modal) + Margin (Profit)
Sementara untuk menghitung biaya produksi, perlu merinci hal-hal berikut ini.
(I) Ongkos Pembuatan - Tenaga, waktu (tenaga kerja)
(II) Ongkos Pembuatan - Lain-lain
Agar lebih mudah dalam memahaminya, berikut adalah simulasi perhitungan harga jual nastar.
Bahan:
Mentega 2 Kg – @ 20.000/kg = Rp60.000
Telur 2 Kg – @ 24.000/kg = Rp48.000
Terigu 4 Kg – @ 18.000/kg = Rp72.000
Total biaya bahan baku = Rp180.000
Misalkan, kue kering yang dihasilkan 6 toples, maka biaya bahan baku per toplesnya adalah Rp180.000 : 6 = Rp30.000.
(I) Ongkos Pembuatan - Tenaga, waktu (tenaga kerja)
Misalnya, harus membayar pekerja dengan upah Rp60.000/hari, maka masukkan angka itu pada komponen harga.
Jika sehari bisa dipakai untuk memproduksi 6 toples, maka komponen ongkos pembuatan adalah Rp60.000 : 6 = Rp10.000/toples.
(II) Ongkos Pembuatan - Lain-lain
(a) Untuk memanggang kue butuh gas untuk menyalakan kompor.
Misalnya, memakai gas elpiji 3 kg seharga Rp24.000 dan menghasilkan 6 toples tadi. Jadi, biaya gas pertoples Rp24.000 : 6 = Rp4.000/toples
(b) bahan baku perlu dibeli ke pasar atau toko bahan kue dan tentunya harus memakai kendaraan.
Catat dan kemudian hitung ongkosnya. Misalnya, Rp12.000 untuk 6 toples yang artinya Rp2.000.-/toples.
(c) biaya alat lain, seperti toples, label, atau plastik, misalkan Rp5.000/toples
Total Biaya Produksi: Biaya bahan baku + Ongkos tenaga kerja + Ongkos lain-lain
Total Biaya Produksi: Rp30.000 + Rp10.000 + (Rp4.000 + Rp2.000 + Rp5.000) = Rp51.000/toples
Setelah mendapatkan biaya produksi, maka baru bisa ditambahkan profit yang diinginkan dengan tetap memperhatikan modal, depresiasi, promosi, dan lain sebagainya. Contoh perhitungannya adalah sebagai berikut.
Biaya Produksi: Rp51.000/toples
Profit (Total): 80% dari biaya produksi alias Rp40.800/toples
Harga jual: Rp51.000 + Rp38.250 = Rp91.800/toples
Baca Juga: Cara Membuat Nastar Lembut Rasa Nanas dan Green Tea
Itulah cara menghitung harga jual nastar yang dapat dipahami agar tidak merugi saat ingin menjual kue kering ini. (Anne)
