Cara Menyembelih Hewan Kurban Menurut Ajaran Agama Islam

Memproduksi artikel seputar tutorial dan tips.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Tips dan Trik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap perilaku dan perbuatan manusia mempunyai aturan dalam ajaran agama Islam, termasuk di antaranya adalah cara menyembelih hewan kurban. Tindakan menyembelih hewan kurban mempunyai aturan dan tata cara yang jelas dalam agama Islam
Pemeluk agama Islam yang hendak menunaikan kurban perlu memahami aturan dan tata cara tersebut agar dapat berkurban yang sesuai dengan ajaran agama Islam.
Selain itu, tata cara kurban juga penting untuk diketahui agar tidak berbuat zalim atau menyiksa hewan kurban.
Waktu dan Hal-Hal yang Perlu diperhatikan saat Kurban
Kurban dalam ajaran agama Islam dilaksanakan setelah menunaikan salat Idul Adha, yakni pada tanggal 10 Zulhijah dalam kalender Hijriah. Selain itu, kurban juga dapat dilaksanakan pada hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah. Wallahu a’lam bish-shawab.
Jika hewan kurban sudah ada, sebaiknya segera melakukan penyembelihan setelah salat Idul Adha atau keesokan harinya. Pasalnya, Indonesia menggunakan kalender Masehi sehingga khawatir bila menunda-nunda kurban, tanggalnya bisa terlewat.
Selain memahami waktu untuk berkurban, setiap orang yang hendak menunaikan kurban juga perlu memahami syarat hewan untuk kurban. Mengutip dari laman NU Online (2022), kriteria usia dan jenis hewan kurban, yaitu:
Domba harus mencapai usia satu tahun lebih atau sudah berganti giginya.
Kambing kacang harus mencapai usia minimal dua tahun lebih.
Kerbau atau sapi harus mencapai usia dua tahun lebih.
Unta harus mencapai usia lima tahun atau lebih.
Selain batasan usia, hewan kurban juga harus sehat. Hewan kurban yang sehat, yaitu:
Sehat seluruh tubuhnya;
tidak sakit;
tidak cacat;
tidak terlalu kurus; dan
tidak pincang.
Cara Menyembelih Hewan Kurban
Setelah memastikan waktu dan kriteria hewan sudah sesuai, sekarang adalah saatnya mengetahui cara menyembelih hewan kurban. Inilah tata cara pelaksanaan kurban yang mengutip dari Fikih Madrasah Tsanawiyah Kelas IX karya Ahyar dan Ahmad (2021: 13 – 14):
Membaca basmallah, “Bismillahirrahmanirrahim”.
Membaca selawat Nabi, “Allahumma salli ‘ala Muhammad”.
Membaca takbir, “Allahu akbar”.
Hewan kurban disembelih sendiri oleh orang yang berkurban. Jika mewakilkan penyembelihannya, orang yang berkurban disunahkan hadir saat penyembelihan.
Membaca doa, “Bismillaahi allaahumma taqabbal min-Muhammad waali Muhammad wa min ummati Muhammad”. Arti doa tersebut adalah Ya Allah, terimalah kurban Muhammad, keluarga Muhammad, dan dari umat Muhammad.
Membaca doa, “Bismillaahirrahmaanirrahiim allahumma hazaa mingka wa ilaika fataqabbal minni innaka angta arhamarra himin”. Arti doa tersebut, yaitu Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ya Allah, dari Engkau dan untuk Engkau kurban ini aku persembahkan maka terimalah kurbanku. Sesungguhnya Engkau Zat Yang Maha Penyayang.
Selain itu, ketika menyembelih hewan kurban, umat Islam juga harus menggunakan pisau atau sejenisnya yang sangat tajam. Hal tersebut diperlukan untuk menyembelih hewan secara sempurna dan tidak menyiksa hewan kurban.
Jika belum memiliki pemahaman lebih untuk menyembelih hewan kurban, umat Islam dapat menanyakan kepada ustaz atau guru agama Islam. Pasalnya, cara menyembelih hewan kurban adalah termasuk ajaran agama sehingga membutuhkan pembimbing. (AA)
Baca Juga: Cara Membuat Kuah Sate Padang yang Lezat dan Bikin Ketagihan
