1 Lagi Anak Penderita Gagal Ginjal di Yogyakarta Meninggal Dunia
·waktu baca 2 menit

Pasien anak gagal ginjal yang meninggal dunia kini bertambah lagi. Pasien tersebut selama ini sudah menjalani perawatan yang intensif di RSUP dr Sardjito. Kini masih ada 4 pasien anak lagi yang menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.
"4 yang dirawat itu 3 di bangsal biasa dan 1 lagi masih di ICU," kata Dokter spesialis anak dan pakar Metereologi anak RSUP Dr Sardjito, dr Kristiya Hermawan, Rabu (19/10/2022).
Dia menyebut dari 13 pasien gagal ginjal akut total ada 6 yang meninggal dunia. Dari 13 kasus tersebut, 6 anak meninggal dunia, 3 anak dinyatakan sembuh. Meski 3 anak dinyatakan sembuh tetapi 1 di antaranya masih mengalami penurunan kesadaran.
Kristiya menuturkan dari 13 kasus tersebut, 6 anak berasal dari DIY dan 7 anak dari luar DIY di antaranya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat. Untuk 6 kasus yang berasal dari wilayah DIY tersebut, 2 anak memiliki riwayat berkaitan dengan Covid-19.
"Sisanya 4 orang anak berikutnya belum diketahui sebab pastinya," terang dia.
Dua pasien dari Purworejo Jawa Tengah masih dalam proses cuci darah satunya masih dirawat. Kemudian dari Magetan saat ini cuci darah, Wates Kulonprogo DIY.dinyatakan sembuh, Sleman DIY masih dirawat.
Dia menambahkan pasien yang meninggal tersebut diantaranya dari Wonogiri Jawa Timur, Temanggung Jawa Tengah, Slawi Jawa Tengah, Sleman DIY Piyungan serta Sedayu Bantul dan Ngawi Jawa Timur.
'Yang sembuh ada 3 orang dan mereka sudah dipulangkan," tutur dia.
Mereka dipulangkan tanpa harus menjalani proses transfusi darah meskipun fungsi ginjal tidak berfungsi penuh seperti 100 persen sedia kala. Dan ada pasien yang sembuh namun masih dalam kondisi penurunan kesadaran.
Di mana pasien tersebut sebenarnya sudah sadar namun respon dan fungsi syarafnya masih belum normal. Ia mengakui memang penurunan kesadaran selama ini juga menjadi salah satu penghambat penyembuhan.
Pakar metrologi anak dan spesialis anak yang juga konsultan anak, dr Retno Palupi mengungkapkan tim dokter RSUP Dr Sardjito di bagian metrologi anak mencatat sejak Agustus 2022 ada peningkatan gagal ginjal akut (AKI). Mereka menemukan beberapa kasus yang memang tipenya tidak khas.
"Dulu memang ada rata-rata setahun 1-2 kasus namun tidak seprogresif ini," terang dia.
