Konten Media Partner

5 Anak di Yogyakarta Meninggal karena Gagal Ginjal Akut

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pasien gagal ginjal akut. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasien gagal ginjal akut. Foto: Tugu Jogja

Kasus gagal ginjal akut atau acute kidney injury (AKI) ditemukan di DIY. Bahkan Dinas Kesehatan DIY menyebut sudah ada 13 anak dengan kasus ginjal akut ditemukan dalam rentang waktu Januari hingga Oktober 2022 ini.

Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie menuturkan dari 13 anak di DIY mengalami yang mengalami ginjal akut ini, 5 di antaranya meninggal dunia. 5 orang anak yang meninggal dunia ini 4 orang di bawah 5 tahun (balita) sementara 1 orang anak umur 10 tahun 1 bulan.

"Kondisi itu menunjukkan indikator penanganan darurat pada anak. Selain itu, tiga anak telat dibawa ke rumah sakit karena orang tua mereka menganggap gejala yang diperlihatkan anak-anak biasa saja. Kondisi ini menjadi warning bagi masyarakat DIY," terang dia, Rabu (19/10/2022).

kumparan post embed

Dari 13 kasus ginjal akut di DIY ini, delapan anak berusia di bawah lima tahun dan lima anak berusia enam hingga 13 tahun. Penderita menunjukkan gejala demam, batuk, pilek disertai penurunan volume urine.

Pembajun menyebut, kebanyakan memang tidak diketahui etiologi atau penyebabnya. IDAI juga sedang mengevaluasi ini. Apalagi ada yang komplikasi dengan covid19 sehingga ia menilai Prokes tetap harus dilaksanakan.

"Kita masih pandemi belum endemi," ujar dia.

Dari 13 tersebut 6 anak masih dirawat di RSUP Dr. Sardjito dan dua anak sudah sembuh. Dia menambahkan pemicu dari penyakit ini memang bervariasi namun beberapa diantaranya ada yang komplikasi dengan Covid-19.

Pihaknya mencatat dua kasus yang meninggal karena komplikasi dengan organ tubuh lain seperti jantung atau fungsi lain. Dan ada dua anak yang meninggal dunia di PICU (pediatric intensive care unit) rumah sakit.

Menurutnya masyarakat memang dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaannya. Beberapa gejala yang ditunjukkan dari penyakit ginjal akut ini di antaranya demam, batuk pilek, mual atau muntah pada anak. Kemudian pada hari ketiga hingga kelima, volume urine pada anak tersebut mulai menurun, urine berwarna keruh.

"Bahkan ada beberapa anak yang tidak bisa mengeluarkan urine. Di mana urine sangat sedikit, karena tidak ada yang bisa dikeluarkan. Ketika sudah seperti ini harus diwaspadai, jangan-jangan ginjal tidak bisa berfungsi dengan baik, maka harus segera dibawa ke fasyankes secepatnya,” katanya.

Dia menambahkan jika di Gambia pemicunya karena obat batuk, namun di sini BPOM telah menandaskan obat tersebut tidak beredar di Indonesia. Sehingga menurut Pembayun, hal tersebut lebih karena pola hidup semata di mana pola hidup sehat perlu dikedepankan.

Kendati demikian, masyarakat tidak perlu khawatir atau panik berlebihan dalam merespons kondisi ini. Dia meminta masyarakat agar tetap mewaspadai penularan Covid-19 dengan tetap menjaga prokes, karena ada kasus yang disebabkan oleh komplikasi Covid-19.