Konten Media Partner

4 Warga Gunungkidul Probable Omicron, Ini Kata Dinkes

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi corona. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi corona. Foto: Tugu Jogja

BBTKLPP menyatakan 4 warga Gunungkidul probable Omicron dari sampel yang mereka periksa. Kendati demikian, Dinas Kesehatan Gunungkidul menandaskan klaster keluarga dari warga yang dinyatakan probable tersebut telah berhenti.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengakui 4 dari 7 orang yang dinyatakan positif COVID-19 dari Kapanewon Playen tersebut memang probable omicron seperti yang diungkapkan BBTKLPP. Sebelumnya di Kapanewon Playen ada 7 orang yang dinyatakan positif, 5 dari satu keluarga yang akhirnya disebut klaster dan 2 dari kasus lain.

"Untuk memastikan mereka positif Omicron masih harus menunggu hasil squencing (WGS). Kita masih menunggu itu. Karena memang hasilnya belum keluar," papar dia, Selasa malam.

Dewi juga memastikan jika klaster keluarga yang dinyatakan probable Omicron sudah berhenti beberapa hari yang lalu dengan tidak adanya warga yang positif dari hasil tracing contact mereka.

Sehingga ia berharap nanti hasil WGS Probable Omicron mereka juga negatif. Karena dari tipikal varian omicron yang cepat menyebar juga sudah terbantahkan dengan terhentinya penularan di klaster tersebut.

"Untuk berita di atas, betul probable Omicron tetapi memastikannya harus dengan WGS. Kita tunggu aja hasilnya ya. Tapi kasus tersebut sudah tidak ada lagi perkembangan, sudah stop. Insya Allah sudah aman,"tandas dia.

kumparan post embed

Kendati demikian, Dewi mengimbau kepada warga masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan di manapun dan kapanpun. Ia tidak membantah jika saat ini masyarakat sudah mulai abai protokol kesehatan.

Karena menururnya, protokol kesehatan menjadi cara ampuh untuk mencegah penularan COVID-19, apapun variannya. Dengan mengurangi interaksi langsung maka penularannya bisa diminimalisir.

Masyarakat juga harus membatasi mobilitas mereka agar resiko penularan COVID-19 dari orang lain juga diminimalisir. Jika ada rencana perjalanan yang sekiranya bisa ditunda maka sebaiknya menurut Dewi ditunda terlebih dahulu sampai kondisi benar-benar aman.

"Batasi mobilitas dulu ya. Jangan sampai justru terpapar nanti,"ujar dia.

Dewi menambahkan, dua hari terakhir, angka penderita covid19 di wilayah Gunungkidul tidak mengalami penambahan. Hingga hari Selasa (25/1/2022) kemarin jumlah pasien aktif covid19 di wilayah Gunungkidul mencapai 9 orang.

9 orang kasus aktif tersebut tersebar di 3 kapanewon masing-masing Playen, Wonosari dan Gedangsari. Kapanewon Playen mencatatkan kasus aktif COVID-19 terbanyak yaitu 7 orang sementara Wonosari dan Gedangsari masing-masing 1 orang.

Sampai saat ini pihaknya masih terus mengejar pencapaian vaksinasi kepada warga Gunungkidul. Angka vaksinasi covid19 dosis I di wilayahnya sudah mencapai 84,9% dari 595.145 orang sementara dosis kedua ada 74,77%. Untuk vaksinasi anak dari sasaran 56.586 orang 80,02% untuk dosis I dan 3,64 % dosis kedua.

Tonton video menarik dari Tugu Jogja berikut ini:

embed from external kumparan