40 Hari Meninggalnya Jemek Supardi, Sahabat Kenang Kenakalannya
·waktu baca 2 menit

Kepergian Seniman Pantomim Jemek Supardi tentu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga, sahabat serta orang orang yang mengenalnya. Berbagai kenangan pun turut membekas usai kepergiannya.
Bertajuk 'Memaknai Jemek Supardi', acara ini diinisiasi oleh seorang sahabat, Emho Ainun Nabjid dan digelar di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) untuk memberikan apresiasi serta ajakan memaknai almarhum secara lebih dekat.
"Bareng-bareng kita untuk mengenang pakde Jemek. Malam ini kita memaknai Pakde Jemek dengan segala macam (sisi atau pandangan) kita tentunya." kata Dwi Ratna selaku Kepala BPNB DIY dalam sambutannya, Selasa (23/8/2022) malam.
Ikonik Maestro Pantomime Indonesia ini terbilang nakal semasa hidupnya namun para sahabat mengenangnya sebagai sosok yang tidak pernah marah dan tidak punya musuh.
Ratusan seniman yang berkecimpung bersama di dunia seni ikut hadir dan membagikan cerita tentang Jemek Supardi.
"Ada kenakalan kenakalan, Jemek itu kalau sama sama latihan drama dengan saya, saya harus hati hati meletakkan jaket. Karena jaket itu akan penuh dengan makanan, jajanan dan paling banyak sampah jajanan itu. Tetapi saya tidak merasa marah, saya justru merasa di sayang dengan Jemek. Ada juga kenakalan yang cukup parah, tetapi biar teman teman yang bercerita." kata Eko Winardi salah satu sahabat Jemek Supardi.
Teman seperjuangan Theater Dipowinatan juga menceritakan kepribadian Jemek Supardi. Senada dengan Eko, kenakalan Jemek lah yang justru menjadi cerita tersendiri untuk dikenang pribadi mereka masing-masing.
"Kenakalan Jemek sangat banyak dijumpai, tapi yang paling berkesan saya rasain, Bimo waktu itu bilang sama Jemek, anakmu saya sileh (pinjam). 'Ben buat dolan anakku'. Bagi saya pribadi. Jemek adalah orang yang punya kenakalan terbesar di hidup saya." ucap Nefi sambil bergurau mengenang Jemek Supardi.
Sementara Joko Suprapto mengenang Jemek sebagai sosok yang berbeda. Menurutnya, Jemek mampu menguatkan dan mendekatkan imannya meskipun ia sendiri tau bahwa Jemek bukan orang yang beragama.
"Dari sisi keagamaan, walaupun Jemek itu bukan orang beragama, tapi dia bisa menguatkan iman dalam diri saya. Beliau ini betul betul menjadi sebuah sisi yang bisa menguatkan kerohanian saya, spiritual saya terhadap kebesaran Allah SWT," ujar Joko.
Kendati demikian, para sahabat mengaku Jemek Supardi adalah sosok yang memiliki kepribadian komplit dan juga sosok yang sangat inspiratif selama berkecimpung di dunia seni. (Maria Wulan)
