Wali Murid SD di Bantul Tertipu Rp 21,5 Juta
·waktu baca 3 menit

DP (43) warga Guwosari, Pajangan, Bantul tertipu puluhan juta rupiah oleh seseorang tidak dikenal yang mengatasnamakan pihak sekolah dan rumah sakit. Modus yang digunakan adalah membuat informasi anak korban mengalami kecelakaan di sekolah.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan, korban merupakan wali salah satu murid SD swasta di wilayah Bantul. Dia tertipu sekira Rp 21,5 juta untuk membayar biaya peralatan pengobatan anaknya.
Kejadian penipuan tersebut berawal saat DP dihubungi seseorang melalui sambungan telepon yang mengaku dari pihak SD anaknya bersekolah. DP diberitahu bahwa anaknya terjatuh hingga tidak sadarkan diri.
"Saat itu penipu mengatakan anak korban telah dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Bantul,” kata Jeffry, Selasa (23/8/2022).
Saat itu juga, pelaku memberikan nomor HP untuk menghubungi orang yang membawa anak korban ke rumah sakit. Alasannya karena yang mengetahui kondisi terakhir anak korban adalah pihak rumah sakit.
Korban lalu menghubungi nomor tersebut dan berbicara dengan seseorang yang mengaku sebagai dokter dari pihak rumah sakit. Orang yang mengaku dokter tersebut memberitahukan bahwa anak korban harus segera dioperasi.
"Untuk mengoperasi anak korban syaratnya harus memesan sebuah alat di apotek seharga Rp 21.9 juta," jelas Jeffry.
Kemudian orang yang mengaku dokter tersebut memberikan nomor HP apotek. Korban lantas menghubungi nomor tersebut serta memesan alat yang dimaksud tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu.
Tanpa merasa curiga apapun, korban kemudian segera ke ATM untuk mentrasnfer uang sebesar Rp 21,9 juta ke nomor rekening yang diberikan oleh pelaku. Setelah itu korban menghubungi nomor 'dokter' tersebut.
Belum sempat menghubungi, korban justru kembali dihubungi oleh nomor HP dari orang yang sebelumnya mengaku dokter memberitahukan bahwa anaknya telah dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
“Korban lalu menuju ke RSUD Panembahan Senopati Bantul untuk menemui anaknya," kata dia.
Setelah dicek di rumah sakit, ternyata anaknya tidak pernah dirawat di rumah sakit tersebut. Karena bingung, korban menghubungi pihak sekolah. Betapa kagetnya, ternyata kondisi anaknya dalam keadaan baik-baik saja.
“Setelah mengetahui anaknya sehat, korban lalu melaporkan penipuan tersebut ke Polres Bantul,” ujar Jeffry.
Jeffry menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terbawa kepanikan dan tetap waspada. Masyarakat harus memastikan terlebih dahulu kebenarannya apalagi bila dihubungi dengan nomor baru atau tidak dikenal.
Ada baiknya bila konfirmasi atau cek kembali kebenarannya untuk terhindar dari penipuan ataupun kejahatan lainnya. Berbagai macam modus digunakan pelaku penipuan.
"Setelah modus ‘Mama Minta Pulsa’ dan modus ‘Anak Ibu Ditangkap Polisi’, kini adalagi modus ‘Anak Anda Dirawat’. Jaringan penipu tersebut berhasil mengelabui korbannya," ujar dia.
