500 Ekor Kambing Etawa Ikut Kontes Nasional, Ada yang Seharga Rp 1 M
ยทwaktu baca 3 menit

Sebanyak 500 ekor kambing peranakan etawa (PE) mengikuti Open PE Kompetisi tingkat nasional yang diselenggarakan di GOR Bambu Runcing Temanggung. Selain dari lokal, peserta juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Kepala Dinkopdag Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sri Haryanto mengatakan, kontes peranakan etawa atau kambing PE atau Open PE Kontes Nasional ini pelaksananya merupakan Dinkopdag bekerjasama dengan CV Danenda didukung komunitas pecinta kambing PE Temanggung. Peserta kurang lebih 500, baik dari Temanggung maupun luar daerah.
"Kelas kontes terdiri atas kelas A, B, C, D, E, namun dalam pelaksanaan dimulai dari kelas E. Jurinya profesional pernah menjadi juri kontes peranakan etawa piala Presiden. Tujuan kontes ini untuk lebih mengenalkan ternak PE, karena wilayah Kabupaten Temanggung masuk daerah potensial untuk pengembangan PE yang memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan," katanya di sela-sela acara di halaman GOR Bambu Runcing Temanggung, Minggu (31/10/2021).
Dikatakan pula pada kontes kali ini diikuti oleh kambing PE bernama 'Mr Bejo' asal Jawa Timur yang sudah viral di medsos. Lantaran punya nilai jual sekitar Rp 1 miliar. Maka bukan tidak mungkin jika PE dikembangkan di Temanggung nanti akan muncul PE seharga Rp 2,5 miliar.
Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo mengatakan, kompetisi ini untuk memotivasi para peternak di Kabupaten Temanggung, agar bisa mengembangkan peranakan etawa ini. Pasalnya jenis kambing ini dirasa sangat potensial untuk dikembangkan di wilayah Kabupaten Temanggung.
"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya 'Open PE Kontes' tahun 2021 di Kabupaten Temanggung. Tadi disebutkan ada peserta kontes dengan nilai peranakan etawanya Rp 1 miliar, ini tentunya bisa menjadi penyemangat, menjadi motivasi bagi kita semuanya masyarakat Kabupaten Temanggung, mari bersama-sama mengembangkan kambing PE. InsyaAllah kondisi lingkungan, wilayah, cukup mendukung untuk pengembangan kambing PE ini,"katanya.
Harapan ke depan dengan kambing yang ada bisa menambah perekonomian di Kabupaten Temanggung. Jadi tidak hanya mengandalkan di sektor pertanian, tapi juga di sektor peternakan yang juga bisa dikembangkan.
Dikatakan, Wabub, selama ini di Temanggung hanya mengembangkan ternak sapi, domba, kambing biasa. Maka dengan adanya kompetisi PE, akan membuka cakrawala bagi para petani, peternak untuk mengembangkan potensi kambing peranakan etawa ini. Di sini para peternak Temanggung bisa belajar bagaimana cara mengembangkannya, memberi pakan, cara memelihara dan lain sebagainya.
Ketua DPRD Temanggung, Yunianto yang juga menjadi inisiator Open Kontes PE ini menuturkan, maksud lain dari kompetisi ini adalah untuk mengedukasi seluruh peternak kambing umumnya dan peranakan etawa khususnya. Supaya bisa belajar bagaimana cara memeliharanya, pemilihan bibitnya, genetiknya, cara pemasarannya, kemudian penyesuaian dengan pangsa pasarnya, termasuk trend kompetisi.
"Sehingga peternak ini memiliki trend yang benar-benar terbuka. Harapannya edukasi ini betul-betul dirasakan oleh warga peternak di Kabupaten Temanggung pada khsusunya, agar mindset ke depan supaya lebih mengetahui arah pangsa yang lebih baik, menguntungkan dan bermanfaat untuk perekonomian kerakyatan, " katanya.
Menurut Yuni, potensi PE di Temanggung sangat luar biasa karena hijauan (pakan) tersedia berlimlah di alam sehingga peternak bisa berhemat dari sisi biaya pakan alias gratis. Bahkan di Temanggung banyak gulma yang bisa dimanfaatkan untuk pakan. (ari)
