AHY Mengaku Cocok dengan Anies Baswedan
ยทwaktu baca 3 menit

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku mengikuti dan juga menghormati keputusan dan sikap politik yang telah disampaikan oleh partai sahabat mereka, Partai Nasdem yang sudah menominasikan atau mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden pada Pemilu tahun 2024 nanti.
"Kami sangat kami hormati dan ini juga sudah dikomunikasikan sebelumnya," ujar AHY, di Yogyakarta, Selasa (4/10/2022).
Ia mengklaim pihaknya sebenarnya sudah mengetahui langkah Partai Nasdem tersebut sebelum resmi mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres. Sebab keputusan tersebut sudah dikomunikasikan sebelumnya dengan Partai Demokrat juga PKS yang telah berkoalisi.
Dengan Anies Baswedan, AHY mengaku memiliki kecocokan yang cukup banyak. Keduanya memiliki kesamaan pemikiran dalam banyak hal. Keduanya juga sering mendiskusikan berbagai hal terutama tentang berbagai isu isu-isu kebangsaan, isu rakyat.
"Saya ada kecocokan cukup banyak dengan Mas Anies. Tentunya kami sepakat bahwa hanya dengan sinergi dan kolaborasi yang baik ya pertama antara parpol dan antar tokoh yang bisa mengusung perubahan perbaikan itu maka kita bisa menghadirkan sebuah kekuatan kekuatan rakyat yang pada akhirnya juga bisa membawa harus perubahan dan perbaikan ini benar-benar berlayar lah untuk Pemilu 2024," ujarnya.
AHY mengklaim komunikasi mereka juga sangat baik. Di samping itu, chemistry ketiga partai ini juga terus terbangun dengan erat sehingga mereka juga mengedepankan semangat yang saling menghormati satu sama lain.
"Karena setiap partai memiliki kedaulatan juga mekanisme internal yang harus kita hormati," tambah Putera mantan Presiden SBY ini.
Ia menandaskan jika sudah sampai waktunya, Partai Demokrat tentu pada akhirnya juga akan mendeklarasikan capres dan cawapres yang akan mereka usung pada pemilu 2024 nanti. Tetapi saat ini, Partai Demokrat ingin terus membangun komunikasi yang intensif dengan Partai Nasdem maupun PKS.
"Kami akan terus berkomunikasi dengan Partai Nasdem dan PKS," ujar dia.
Kendati demikian, dia sendiri juga tidak meninggalkan tugasnya sebagai ketua partai Demokrat. Dia terus berusaha mengkonsolidasikan partai dari waktu ke waktunya agar siap dalam menghadapi Pemilu mendatang.
Terkait kemungkinan berpasangan dengan Anies Baswedan, AHY menjawabnya dengan diplomatis. Menurutnya dalam politik semua itu mungkin terjadi dan hal tersebut juga yang menjadi harapan dari kader dan kalangan masyarakat Indonesia di berbagai daerah.
"Harapan semuanya ada poros perubahan dan perbaikan," tandas dia.
Dengan demikian, Partai Demokrat berangkat dari narasi besarnya terlebih dulu sebelum menentukan sikap. Ia berharap ada jalan kebersamaan dengan dua parpol lainnya yaitu Partai Nasdem dan PKS untuk mengusung perubahan dan perbaikan tersebut.
Dan pada saatnya nanti akan mulai presentasi siapa yang bisa dinominasikan untuk membawa perubahan dan perbaikan bangsa ini. Dan proses tersebut sampai saat ini masih terus berlangsung.
"Dinamikanya demikian tetapi sekali lagi saya masih melihat masih cukup waktu karena ingat Pemilu masih tahun depan artinya masih ada waktu bagi kita partai-partai politik sendiri untuk terus berkomunikasi dengan baik,"tegasnya
