Antisipasi Omicron, Dinkes Gunungkidul Kirim Sampel Kasus Baru COVID-19
ยทwaktu baca 2 menit

Menyusul adanya kekhawatiran kasus omicron di Wilayah DIY, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul juga mengirimkan sampel uji swab ke Laboratorium di Yogyakarta. Sampel tersebut merupakan sampel kasus satu-satunya di Gunungkidul yang muncul pekan lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan Gunungkidul kembali mencatatkan satu kasus konfirmasi positif COVID-19 baru pada Kamis (13/01/2022) lalu. Warga yang positif tersebut diketahui berasal dari Kapanewon Playen ini berstatus suspect.
Karena saat ini ditengarai Omricon sudah masuk ke DIY maka pihaknya juga sudah mengirimkan sampel swab dari kasus baru ini ke laboratorium di Yogyakarta, untuk penelitian lebih lanjut. Ia berharap yang bersangkutan tidak termasuk dalam kasus Omicron.
"Kami juga kirimkan sampelnya untuk pemeriksaan apakah terkait omicron atau tidak. Dan hasilnya memang belum diketahui," jelas Dewi.
Dewi mengakui varian Omicron bisa menular lebih cepat. Namun untuk pencegahan dan penanganan sendiri tak jauh berbeda dengan varian lain yang sudah ada. Namun ia tetap meminta masyarakat di Gunungkidul tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Termasuk dalam hal mobilitas masyarakat dari dan ke luar daerah. Saat ini memang sudah tidak ada lagi penyekatan atau pengetatan yang dilakukan oleh pemerintah. Namun ia meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai penularan COVID-19.
"Tetap harus waspada jika ada anggota keluarga atau tetangga yang melakukan perjalanan keluar daerah," kata Dewi.
Dewi menambahkan, pasien COVID-19terbaru tersebut kini dirawat di RSUD Wonosari. Karena yang bersangkutan mengalami gejala COVID-19dan dikhawatirkan akan menular. Dengan dirawatnya pasien tersebut di RSUD Wonosari sekaligus melokalisir kasus tersebut.
Dewi mengungkapkan, pasien positif COVID-19terbaru ini adalah warga berusia dewasa. Pasien ini tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar daerah. Hanya saja berdasarkan penelusuran, pasien ini terpapar setelah salah satu anggota keluarganya kembali dari perjalanan ke luar daerah.
"Dia bukan lansia, dan tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar kota. Justru anggota keluarganya," papar dia.
Dinas Kesehatan Gunungkidul Lakukan Tracing
Saat ini pihaknya terus melakukan tracing contact alias pelacakan secara ketat kepada siapa saja yang dimungkinkan kontak erat dengan pasien tersebut. Petugas Puskesmas Playen kini terus melakukan upaya tracing tersebut.
Kapolsek Playen, AKP Hajar Wahyudi membenarkan kasus COVID-19kembali muncul di kapanewon Playen. Playen memang memiliki riwayat sebagai kapanewon terbanyak kedua penyebaran COVID-19di wilayah Gunungkidul.
"Kami tak henti-hentinya memberikan himbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas," ujarnya.
Untuk pasien positif terbaru tersebut adalah seorang perempuan. Berdasarkan penelusuran, suami yang bersangkutan memiliki riwayat perjalanan ke Kabupaten Bogor. Sehingga kemungkinan paparan terjadi dari suaminya tersebut.
