Bakso Diduga Berbahan Ayam Tiren Sudah Dipasok ke Pasar Selama 5 Tahun
ยทwaktu baca 2 menit

Polisi menggrebek produsen bakso yang diduga berbahan ayam tiren di Bantul. Warga Dukuh Ponggok Pande, Padukuhan Ponggok 2, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, kaget dan tidak menyangka jika tetangga mereka melakukan kegiatan ilegal.
Dukuh Ponggok 2, Fajar Gunadi mengungkapkan, bakso-bakso tersebut bukan diproduksi di pabrik skala besar namun hanya di rumah yang kecil. Pembuatan bakso yang dilakukan oleh pasangan MH dan H tersebut masuk kategori industri rumahan.
"Ndak besar, hanya pabrik rumahan kok. Tidak ada karyawan," terang dia.
Menurutnya, pasangan suami istri tersebut telah memproduksi bakso di rumah tersebut selama beberapa tahun terakhir. Dari informasi yang ia dapat dalam sehari, tempat pembuatan bakso rumahan tersebut mampu memproduksi 30 kilogram daging ayam.
Dan sepanjang yang ia dengar di lokasi pabrik saat pemeriksaan dan penyelidikan, bakso tersebut diambil dan dijual ke Pasar Kranggan, Demangan dan Giwangan. Selain diambil pedagang, MH juga memiliki lapak di Pasar Demangan.
"Produksi bakso tersebut telah berlangsung sejak tahun 2018 yang lalu," terang dia.
Menurutnya masyarakat tidak ada yang mengetahui jika bahan yang digunakan adalah ayam tiren. Setahu masyarakat, pabrik tersebut hanya memproduksi bakso biasa. Karena setahu masyarakat, yang dibuat pasangan ini hanya bakso ayam biasa.
Wilayah Padukuhan Ponggok sebenarnya masuk Polsek Jetis namun yang melaksanakan penggrebekan tersebut berasal dari Polsek Pleret yang notabene berbatasan dengan Jetis. Setahu dirinya, penggrebekan tersebut merupakan pengembangan kasus di Polsek Pleret
Kapolsek Pleret AKP Tukirin ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penggrebekan tersebut. Penggrebekan tersebut dilaksanakan hari Jumat (21/1/2022) kemarin. Namun ia enggan membeberkan lebih jauh karena sudah diambil alih Polres.
"Karena kasus tersebut diambil alih Polres Bantul. Ke Polres saja ya, karena sudah diambil alih sana," tuturnya.
Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Archie Nevada juga membenarkan adanya penggrebekan tersebut. Produksi bakso tersebut telah berlangsung selama 5 tahun. Kasus tersebut kini masih dalam penyelidikan petugas di mana pasangan suami istri tersebut tengah menjalani pemeriksaan.
Namun ia tidak bersedia memberikan keterangan lebih lanjut karena masih penyelidikan. Di samping itu, kasus tersebut akan dirilis resmi oleh Kapolres hari Senin (24/1/2022) besok.
"Besok Senin kita rilis bareng," tandasnya.
