Konten Media Partner

Banyak Kasus Kehamilan Usia Dini, Kepala BKKBN: Saya Nangis Tahu Hal Begini

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo. Foto: Tugu Jogja

Tingginya angka kehamilan di usia dini atau anak masih menjadi persoalan yang belum tuntas. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sendiri memiliki patokan kehamilan ideal perempuan berkisar pada rentang usia 20 hingga 37 tahun.

Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyebut, tak hanya soal pernikahan saja yang perlu dipikirkan melainkan juga penting untuk mempersiapkan kehamilan bahkan hingga kelahiran bayi. Hasto mengaku prihatin dan sedih kala mendapati kasus kehamilan di usia muda atau anak.

"Di Temanggung ada kasus anak SMP nikah sama anak SD, usia segitu punya dua anak karena kembar," cerita Hasto, Senin (23/1/2023).

kumparan post embed

Menurutnya kejadian seperti itu seharusnya tak terjadi. Hasto melihat kasus hubungan seksual di usia mudah hingga menyebabkan kehamilan pada usia dini begitu berisiko.

"Saya nangis mengetahui hal begini. Kawin usia muda tidak baik, mboten sae mergane panggule dereng siap (tidak baik karena panggulnya belum siap), normale 10 cm. Bisa saja nanti operasi tapi bagaimana dengan mereka yang ada di daerah terpencil jauh dari faskes dan tenaga ahli dokter spesialis kandungan," ungkapnya.

Mantan Bupati Kulon Progo ini lagi-lagi berpesan agar tidak hamil sebelum usia 20 tahun atau melewati usia 35 tahun. Begitu juga ia mengingatkan agar kesehatan ibu saat hamil perlu diperhatikan. Pasalnya, puncak pertumbuhan terjadi pada usia 33 tahun. Dimana pada saat itu, tulang ibu yang sebenarnya masih berpotensi bertumbuh itu diambil oleh anaknya dan cepat keropos.

"Kalau hamil maka harus cukup kalsium, maka 1.000 hari kehidupan atau 24 bulan itu kepala bayi menutup. Maka kalau ingin anaknya sehat, cerdas maka di fase ini harus digelontorkan makanan dengan protein hewani," kata dia.

Ia pun juga memberikan pengarahan agar setelah melahirkan, sang ibu juga perlu untuk memperhatikan nutrisi bagi anak.

"Setelah lahir, sampai usia enam bulan beri ASI jangan lain-lain. Kalau hamil silakan minum susu untuk ibu hamil, jangan keliru praktiknya. Beri makanan pendamping ASI setelah bayi usia 6 bulan," pungkasnya.