Bupati Sleman Sebut Tak Ada Pelonggaran Selama Libur Nataru
·waktu baca 2 menit

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menyebut bahwa selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak akan melakukan pelonggaran meski sudah ada instruksi PPKM Level 3 dibatalkan. Sebelumnya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penerapan PPKM Level 3 di seluruh Indonesia selama Nataru dibatalkan. Sebagai gantinya, pemerintah akan menerapkan aturan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah Indonesia.
Menanggapi terkait keputusan pemerintah pusat tersebut, Bupati Sleman mengatakan akan tetap menyesuaikan diri dengan instruksi dari pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya menyebut bahwa tidak akan pelonggaran sedikit pun dalam pengawasan.
"Yang namanya kebijakan dari pusat tetap akan kita pelajari dulu. Tapi pada prinsipnya, kita tetap menyesuaikan dengan aturan yang berlaku nantinya," kata Kustini dalam keterangan yang diterima pada Kamis (9/12/2021).
Kustini mengatakan Pemkab tidak akan melonggarkan terkait protokol kesehatan meski saat ini tidak ditemukan kenaikan kasus yang berarti. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi yang bisa saja muncul usai libur panjang Nataru.
"Prinsipnya kita harus selalu siaga, itu yang selalu saya sampaikan dimana pun dan pada siapapun. Apakah itu PPKM level 3 atau ada istilah yang lain, kita tetap perketat pengawasan di Sleman itu sendiri," terangnya.
Lebih lanjut terkait dengan pengawasan di momen Nataru ini, sejumlah objek wisata akan diatur untuk menjaga protokol kesehatan tetap berlangsung. Selain itu sejumlah pembatasan juga akan diberlakukan di sejumlah objek wisata.
"Destinasi wisata tetap buka dengan pembatasan 50 persen kapasitas, penerapan ganjil genap transportasi, termasuk pelarangan petasan dan kembang api selama pergantian tahun," tegas Kustini.
"Saya juga minta agar warga perantau untuk tidak pulang dulu. Jika memang tidak darurat, kita tahan dulu mobilitasnya agar tidak ada kasus baru yang bisa merugikan kita semua," pungkasnya.
