Capaian Vaksinasi di Temanggung Baru 30 Persen
·waktu baca 3 menit

Capaian target vaksinasi yang digelorakan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah sampai saat ini belum tercapai. Pasalnya, meski pemerintah daerah seperti Kabupaten Temanggung, sudah berupaya maksimal menerjunkan petugas kesehatan namun ketersediaan vaksin masih sangat terbatas, sehingga sampai awal Oktober ini baru tercapai 30 persen. Namun saat ini pemerintah banyak terbantu peran organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah yang membantu ribuan dosis vaksin di Kabupaten Temanggung.
Bupati HM Al Khadziq mengatakan, untuk mencapai target pihaknya bahkan telah membentuk unit kerja khusus untuk mengurus dan memohon vaksin kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat, semacam task force untuk pengadaan vaksinasi. Selain itu juga berkoordinasi terus dengan berbagai elemen masyarkat maupun instansi yang punya potensi untuk pengadaan vaksin.
"Terimakasih kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Temanggung dan MCCC atas partisipasinya melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Saya dengar ada lebih dari 2.000 vaksinasi gelombang ini yang akan diberikan, tentu ini sangat membantu dan meringankan pemerintah kabupaten dalam mencapai target vaksinasi,"kata Khadziq di sela-sela vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah, Senin (4/10/2021).
Menurutnya, sampai saat ini baru tercapai 30,8 persen dari sekitar 620.000 penduduk yang Temanggung yang akan divaksin. Pemkab menargetkan dalam seminggu sekitar 13.500 penduduk divakasin, tetapi ketersediaan vaksin hanya sekitar 10.000 dalam satu Minggu, sehingga keberadaan masyarakat seperti Muhammadiyah yang membawa vaksin ini sangat membantu dan meringankan Pemkab dalam mencapai target-target tersebut.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Temanggung Asy'ari Muhadi, mengatakan, vaksinasi dengan 2.500 sasaran yang berlangsung di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung ini dibagi dalam empat tahap dan diberikan untuk masyarakat umum lintas agama. Pelaksana vaksinasi adalah tenaga kesehatan dari RS PKU Muhammadiyah Kabupaten Temanggung dan dari tenaga kesehatan Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).
"Kami menerima bantuan vaksin dari Kemenkes melalui MCCC pusat, kemudian di daerah ini kami bekerja sama dengan tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Antarumat Beragama, sekolah dalam hal ini pelajar dan masyarakat umum yang menjadi sasaran," katanya.
Asy'ari Muhadi mengatakan memang saat ini Kabupaten Temanggung masih sangat membutuhkan vaksin karena vaksinasi baru tercapai sekitar 30 persen dari jumlah sasaran. Maka masih banyak target yang belum tercapai sehingga diperlukan bahu membahu semua elemen.
"Artinya masih 70 persen yang belum divaksin. Untuk itu, diharapkan semua pihak untuk membantu pelaksanaan vaksinasi, mudah-mudahan ke depan Temanggung bisa mendapatkan jatah vaksin dari pusat lebih banyak lagi," katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Kristri Widodo menyebut secara kuantitatif Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Temanggung, baru mencapai 30,64 persen atau 191.308 jiwa dari target 624,346 jiwa. Angka tersebut merupakan vaksinasi dosis 1, kemudian yang dosis 2 baru tercapai 17,91 persen.
Menurut Kristri, problem dalam percepatan vaksinasi ini lantaran alokasi yang terbatas dari Pemerintah Provinsi kepada seluruh kabupaten/kota, baik yang disampaikan melalui dinkes, polres maupun kodim. Maka ia menyambut baik jika ada pihak-pihak lain yang membantu percepatan vaksinasi di Kabupaten Temanggung seperti dilakukan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC). (Ari)
