Cerita Penumpang Bus yang Tabrak Tebing di Bantul: Terlempar Keluar Bus
·waktu baca 2 menit

Rencana refreshing rombongan pabrik garment kecil di Sukoharjo Jawa Tengah menyisakan duka yang mendalam. Pasalnya, bus yang mereka tumpangi menabrak tebing di Bantul pada Minggu (6/2/2022). Duka masih membekas di keluarga besar pemilik konveksi tersebut. Pasalnya, selain diikuti karyawan konveksi refreshing tersebut juga diikuti oleh keluarga besar pemilik konveksi.
Sri Rahayu (35) warga Pundungsari Sukoharjo Jawa Tengah saat ini ia masih dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Di salah satu bangsal rumah sakit tersebut, ia dirawat bersama suami, dua orang anaknya yang masih berumur 12 dan 8 tahun serta mertuanya.
Sri Rahayu menuturkan, saat kejadian ia duduk di barisan kursi kedua belakang sopir. Dia bersama anaknya yang berumur 8 tahun sementara suaminya Danarto duduk di kap mesin di dekat sopir sementara anak pertama bersama adiknya di belakang sopir.
"Ini piknik pertama setelah 4 tahun karena pandemi," tutur Sri, Selasa (7/2/2022).
Rombongan berangkat menggunakan 2 bus dan 3 mobil pribadi. Bus pertama ditumpangi oleh karyawan dalam konveksi tersebut. Kemudian bus kedua ditumpangi oleh karyawan luar konveksi dan juga keluarga besar pemilik konveksi.
Sri mengaku sudah mendapat firasat tak enak sejak bus berangkat. Karena bus yang ia tumpangi bersama keluarga besarnya berjalan tidak normal. Bahkan sebelum kecelakaan bus tersebut sebelumnya sudah macet di tanjakan.
"Saya ndak tahu. Tiba-tiba katanya rem blong pas turun terus menghantam tebing," ujar dia.
Sesaat menghantam tebing ia terlempar ke luar bus dan langsung terduduk di samping bus. Ia dalam posisi sadar dan terduduk di parit atau selokan yang ada di lokasi kejadian. Namun kaki kirinya tak bisa ia gerakkan.
Ia beruntung semua keluarganya selamat meski kini harus dirawat di rumah sakit. Namun sampai saat ini dirinya masih belum mengetahui kabar adik kandungnya yang ikut rombongan bus.
Suami Sri, Danarto mengungkapkan sebelum kejadian kecelakaan tersebut, bus yang ia tumpangi untuk mengantarkan berwisata kesejumlah lokasi di Kabupaten Bantul tersebut sempat tak kuat saat akan menaiki tanjakan. Bahkan, ia bersama penumpang lain diminta untuk turun dari bus tersebut.
“Sempat gak kuat saat jalan menanjak, kalo tempatnya saya gak tau. Setahu saya itu tanjakan yang lumayan tinggi,” kata Danarto.
