Dishub DIY Siapkan Jalur Alternatif selama Libur Nataru
ยทwaktu baca 3 menit

Dinas Perhubungan DIY menyiapkan beberapa jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan wisatawan. Jalur alternatif tersebut disiapkan sesuai dengan arahan Gubernur DIY Sri Sultan HB X agar tidak terjadi kemacetan di tengah Kota Yogyakarta.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menuturkan Gubernur DIY telah menginstruksikan agar tidak semua kendaraan yang masuk ke DIY diarahkan ke Kota Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan karena diperkirakan akan terjadi lonjakan jumlah kendaraan dan juga wisatawan.
Dwipanti mengatakan Kementerian Perhubungan memperkirakan akan ada 5 juta wisatawan dengan 1,5 juta kendaraan bakal melewatkan libur Natal dan Tahun Baru di DIY. Lonjakan tersebut bakal terjadi karena libur Nataru bersamaan momentumnya dengan libur anak sekolah.
"Sejumlah jalur alternatif telah kami siapkan sebagai skenario mengurai kepadatan arus kendaraan selama libur Nataru ini. Sehingga kendaraan dari luar DIY bisa dialihkan melalui jalur alternatif ke destinasi yang berada di DIY selain Kota Yogyakarta," kata dia, Minggu (25/12/2022).
Jalur alternatif ini mereka siapkan guna mencegah penumpukan kendaraan di lalu lintas jantung kota. Karena pada rakor beberapa hari yang lalu, Gubernur menginginkan agar lalu lintas dari timur dan barat tidak semua harus masuk kota.
kendaraan yang masuk ke DIY baik melalui Prambanan, Tempel ataupun Temon Kulonprogo bisa dilewatkan ke arah selatan atau utara, tidak harus melalui jalur utama. Tujuannya agar tidak ada penumpukan kendaraan di tengah kota.
"Selain bebarengan dengan musim liburan sekolah. Juga ada pelonggaran aturan setelah pengetatan karena pandemi COVID-19. Dan ada 4 jalur utama di DIY yang seringkali dipakai oleh wisatawan," kata dia.
Jalur utama itu di antaranya adalah Prambanan-Yogyakarta, Tempel-Sleman, Wonosari-Yogyakarta dan Wates-Yogyakarta. Oleh karenanya di jalur ini biasanya sudah terjadi kepadatan arus kendaraan meskipun bukan liburan.
pengendara yang hendak menuju Kulon Progo bisa melewati jalur alternatif antara lain ruas Tegalsari-Siluwok, ruas Sentolo Dekso-Klangon, ruas Temon-Toyan-Brosot: dan ruas JJLS-Jalan Nasional-Congot-Brosot Jembatan Timbang Kulwaru.
Jalur alternatif ke Sleman yaitu ruas Prambanan-Piyungan untuk menuju Bantul meliputi ruas Sampakan-Singosaren-Barongan-Palbapang atau ke Gunungkidul ruas Tempel-Pakem-Cangkringan-Kalasan: ruas Klangon-Godean-Tempel, ruas Mlati-Balangan-Dekso, ruas Denggung-Korokulon Jogonalan. Dan ruas Klangon-Sedayu-Minggir-Tempel. ruas Brosot-Srandakan-Bantul, ruas Sedayu-Pandak: ruas Imogiri-Mangunan-Dlingo dan ruas Imogiri-Siluk-Panggang.
Untuk menuju Gunungkidul, jalur alternatifnya ruas Dlingo-Dodogan-Playen: Karangmojo-Semin-Blimbing: ruas Sambipitu-Nglipar-Semin-Bulu-Candirejo, dan ruas JJLS Panggang-Rongkop.
Dwipanti meminta pengendara mencermati daerah rawan kemacetan lalu lintas. Seperti ruas Yogyakarta-Wates, ruas Jalan Ahmad Yani, ruas Jalan Padjajaran, ruas Yogyakarta Prambanan, simpang ruas Yogyakarta-Tempel, simpang ruas Siliwangi dan ruas Yogyakarta-Wonosari.
Dia mengatakan pengendara juga harus mewaspadai ancaman bencana tanah longsor. Seperti di ruas Jalan Jogja-Wonosari yang beberapa waktu lalu terjadi longsor meskipun saat ini sudah selesai diperbaiki.
