Dokter Tirta Respons Ungkapan Sultan HB X yang Minta Klitih Tak Dibesar-besarkan
ยทwaktu baca 2 menit

Di akhir tahun 2021, permasalahan klitih atau kejahatan jalanan di Yogyakarta menuai sorotan. Bagaimana tidak, setidaknya dalam sepekan sejumlah laporan korban mengemuka di media sosial Twitter bahkan hingga menjadi ramai di Twitter.
Menanggapi soal riuhnya pembahasan klitih di media sosial, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai bahwa masalah ini terkesan dibesar-besarkan.
"Mungkin teman-teman tidak merasa kalau (isu klitih) itu by design. Sehingga malah kedowo-dowo permasalahannya," ungkap Sri Sultan Hamengku Buwono X saat bertemu dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Jumat (31/12/2021).
Karenanya, Sultan menilai tak mengherankan jika kasus terkait dengan klitih ini terus memanjang sampai muncul pernyataan hingga trending dengan #YogyaTidakAman hingga #SriSultanDaruratKlitih beberapa waktu lalu.
"Jadi, (tujuannya) supaya klitih ini diperpanjang terus menjadi sesuatu yang akhirnya menyatakan Yogya tidak aman dan nyaman," imbuhnya.
Ia menilai bahwa aparat keamanan di Yogyakarta sejauh ini berusaha mengatasi masalah klitih atau tindak kejahatan jalanan itu. Ia juga meminta agar masalah klitih ini tidak dibesar-besarkan.
Menanggapi pernyataan Gubernur DIY itu, Tirta Mandira Hudhi atau dikenal sebagai Dokter Tirta, mengatakan bahwa yang membesarkan isu ini adalah warga yang memang sebagian mengalami sendiri.
"Yang membesarkan issue nya temen2 di twitter. Kenapa? Krena permasalahan klithih ini sejak dulu, terjadi berulang kali, dan banyak warga kerja shift malem ga tenang," tulisnya di akun Twitter miliknya.
Ia pun memberi saran agar pemerintah memikirkan alasan terburuk sebagai mana dialami oleh warga ketimbang melempar komentar.
"Mending sibuk bekerja, bisa dicontoh seperti polres sleman, langsung tangkep tanpa babibu. Slesai," tulisnya lagi.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kejadian ini sudah berlangsung sejaK lama. Dan ia menandaskan bahwa wajar jika warga panik dan menyuarakan pendapat terkait klitih.
"Bayangkan saja, dari zaman saya kuliah, tragedi vario putih bacok orng2 d jalanan ring road utara. Lalu pegawai @shoesandcare 1 orng pernah disabet di jalanan," tulisnya lagi.
"Orng yg berteriak soal klithih rata2 pernah menghadapi orng beginian. Wajar kami panik. Orng niat kerja malah dibacokin," pungkasnya.
Sebelumnya, fenomena klitih kembali menjadi sorotan publik terlebih setelah melibatkan 6 pemuda dan juga menimbulkan luka pada satu korban di Jalan Kaliurang, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY, Senin (27/12/2021) dini hari.
