Konten Media Partner

Dokter Tirta Kritik Pernyataan Kapolres Bantul yang Sebut Jogja Aman dari Klitih

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dokter Tirta Mandira Hudhi. Foto: Instagram/@dr.tirta
zoom-in-whitePerbesar
Dokter Tirta Mandira Hudhi. Foto: Instagram/@dr.tirta

Tirta Mandira Hudhi alias dokter Tirta melontarkan kritik atas pernyataan Kapolres Bantul terkait dengan kasus klitih yang belakangan mendapat sorotan di media sosial Twitter. Sebelumnya masyarakat khususnya Jogja menuliskan keresahan di Twitter hingga menjadi trending topik dengan tagar #SriSultanYogyaDaruratKlitih hingga #YogyaTidakAman.

Namun pernyataan Kapolres Bantul, AKBP Ihsan, menuai sorotan dari dr Tirta dimana ia menanggapi bahwa tagar #YogyaTidakAman tidak benar. Ia menyebut bahwa apparat sejauh ini selalu hadir di lapangan dan berupaya untuk terus melakukan langkah terkait memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Yogya ini tetap aman, anggota kami selalu hadir di lapangan untuk memberikan rasa aman. Jadi apa yang ada di medsos bahwa sekarang Jogja tidak aman itu tidak benar," ujar Ihsan saat konferensi pers pada Rabu (29/12/2021).

Ia menyebutkan bahwa Jogja sejauh ini aman dengan indikator sejumlah tempat khususnya di kawasan wisata yang tetap ramai dengan kunjungan.

kumparan post embed

"Buktinya di Pantai Parangtritis Bantul dalam beberapa hari ini sangat ramai, di Malioboro juga sangat ramai, itu menandakan bahwa Jogja tetap aman, tetap berhati nyaman,” ujarnya.

“Apalagi di Bantul, kami jamin untuk kasus-kasus seperti ini insyaallah sudah kami antisipasi,” imbuh Ihsan.

Menanggapi hal tersebut, dr Tirta melalui akun Instagram miliknya memberikan komentar soal pernyataan Kapolres Bantul tersebut. ia mengatakan bahwa sebaiknya kritik netizen dijadikan bahan evaluasi.

“Halo pak kapolres Bantul: jenenge klitih kui ora bakal ning tempat wisata. Kritik netizen ora gur dibantah, tapi jadi bahan evaluasi,” tulisnya melalui Instagram story.

Menanggapi terkait hal tersebut, Kapolres Bantul kembali angkat bicara, menurutnya sejumlah tanggapan di media sosial kurang memahami secara keseluruhan terkait pernyataannya. Ia mengkolerasikan jika Jogja tidak aman maka tentunya kunjungan wisata akan sedikit.

"Itu cara pandang dan berpikir yang sempit. Kalau memang Jogja enggak aman, tentunya tidak banyak wisatawan yang datang ke Malioboro atau Parangtritis," ungkapnya pada Kamis (30/12/2021).

"Di jalan-jalan sekarang sudah macet dan bisa dilihat banyak kendaraan berpelat luar DIY. Cari hotel pun sudah banyak yang penuh," imbuh dia.