Konten Media Partner

DPP Gunungkidul Minta Petani Segera Olah Lahan Sambut Musim Hujan

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi lahan pertanian. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lahan pertanian. Foto: Tugu Jogja

Hujan mulai sering terjadi di wilayah DIY, tak terkecuali di wilayah Gunungkidul. Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul meminta kepada petani segera menyambut datangnya musim penghujan.

Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi menuturkan musim kemarau saat ini tidak banyak berdampak pada lahan pertanian di wilayah Gunungkidul, karena berlangsung tidak terlalu lama. Ia mengimbau kepada seluruh petani di wilayah Gunungkidul untuk segera mempersiapkan lahannya.

"Sebentar lagi wilayah ini memasuki musim penghujan," terang dia, Senin (15/8/2022).

Jika dalam kondisi normal, bulan Agustus dan September ini merupakan puncak musim kemarau, namun kali ini sedikit berbeda. Karena akhir bulan September sudah memasuki lagi musim penghujan.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, karena musim kemarau relatif pendek maka tidak banyak sawah yang mengalami kekeringan. Petani lebih cepat untuk menanam padi kembali setelah sempat kemarau sebentar.

kumparan post embed

Rismiyadi menyebut di pertengahan bulan Agustus ini sudah mulai mendung dan turun hujan meskipun intensitasnya rendah. Sesuai prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) nanti akhir September sudah memasuki musim penghujan.

"Kami sudah mengeluarkan imbauan kepada para petani untuk segera menyiapkan lahan mereka," ungkapnya.

Kami sudah mengimbau petani mengolah lahannya kemudian diberi pupuk organik. Bagi yang belum memanen ketelanya diharapkan segera memanennya dan segera mengolah lahannya.

Sehingga nanti lahan tersebut sudah siap ketika hujan benar-benar turun di akhir September dan awal bulan Oktober. Harapannya memang lahan-lahan tersebut segera siap sehingga petani bisa langsung menanam padi

"Memang awal musim penghujan datang lebih cepat dari biasanya"ujar dia.

Menurutnya kondisi ini tidak lepas dari perubahan iklim yang melanda dunia. Kalau kemarin diamati, hujan itu sampai akhir bulan Juni baru berhenti. Sehingga musim kemarau berlangsung singkat.

"Nada-nadanya kemarau itu hanya dua bulan. Oktober sudah mulai masa tanam pertama,"tambahnya.

Gunungkidul sendiri memiliki lahan untuk tanaman padi seluas 50 ribu hektar yang tersebar di seluruh wilayahnya. Dan sebagian besar memang merupakan lahan tadah hujan yang hanya ditanami ketika musim penghujan.