DPRD DIY Desak Percepatan Vaksinasi Booster untuk Warga Jogja

Pemerintah saat ini terus menggencarkan vaksinasi booster untuk masyarakat. Di Yogyakarta sendiri, tak sedikit pihak yang turut serta membantu penyelenggaraan vaksinasi booster ini.
Berdasarkan data hingga 4 Agustus 2022, rata-rata capaian vaksinasi booster di DIY baru 38,52 persen. Pemerintah didorong untuk menggencarkan vaksinasi booster tersebut.
"Anggaran culup memadai, kalau booster ke-4 untuk nakes sudah, prioritas untuk renaja, lansia dan pelayanan umum penting guna pencegahan dampak Covid-19," kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, dalam keterangan yang diterima, Sabtu (6/8/2022).
"Untuk anggaran ada Rp 64 M, minggu depan undang instansi BPBD dan instansi terkait dorong pemanfaatan BTT. Kita masih hadapi Covid. penanganan erupsi Merapi, juga bencana hidrometrologi seperti angin lesus, longsor dan lain-lain," lanjutnya.
Menurutnya, sebagai daerah tujuan wisata dan pendidikan, Yogyakarta harus lebih siap dari berbagai aspek layanan. Harapannya, hal ini membuat wisatawan dan warga nyaman berada di Yogyakarta.
Eko Suwanto tak menutup mata sekarang ini masyarakat sudah mulai tak disiplin terapkan protokol kesehatan. Padahal CVOVID-19 masih ada.
"Percepatan vaksinasi booster, bekerja sama dengan nakes, dinkes, Dikpora, BIN, BPBD penting untuk jalankan langkah pencegahan," kata Eko Suwanto.
Percepatan vaksinasi bisa dilakukan di lokasi wisata, sekolah dan akses layanan vaksinasi dilakukan dengan percepatan. Pemda DIY juga di dorong monitoring program yang berjalan termasuk bagi mereka yang terdampak.
Anggota Komisi A DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu, mengatakan tren yang terjadi, per tanggal 4 dari total 10482 bed RS yang dirawat 109 pasien, BOR isolasi 97, ICU 12 pasien. angka kematian 2,62 persen. Ia mengatakan akses vaksinasi booster untuk remaja masih sedikit ini harus segera dipercepat.
"Kita imbau agar dinkes dan pelayanan kesehatan untuk remaja bisa masuk ke sekolah dan padukuhan yang ada. Bisa least pelayanan posyandu, informasi booster diperlukan bagi anak, sekolah sudah masuk jadi perhatian," kata Yuni Satia Rahayu.
Untuk kelompok lansia, baru ada 165.606 atau 35,02 persen. Guna jangkau lansia perlu libatkan kelurahan dan padukuhan. Imbauan agar bisa bekerja sama dengan posyandu di kapenwon agar lansia bisa akses vaksinasi booster.
"Masyarakat di pasar traditional, seluruh destinasi wisata, kerjasama dinas UMKM, kelurahan untuk remaja, lansia dan umum kita dorong bisa dipercepat," katanya.
