FKY 2022 Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Jogja
·waktu baca 3 menit

Yogyakarta dikenal sebagai daerah yang kental akan kebudayaan. Salah satu event tahunan yang dinantikan adalah Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2022. Di tahun 2022 ini, FKY 2022 mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya Yogyakarta.
Gelaran ini juga didukung oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Pihaknya mengapresiasi event yang mengajak masayarakat untuk lestarikan kebudayaan Yogyakarta itu.
“Saya mendukung sepenuhnya pelaksanaan FKY 2022 dengan temanya ‘Merekah Ruah’. Saya apresiasi dan terima kasih kepada segenap seniman serta pelaku budaya, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam rekah-ruahnya FKY tahun ini. Semoga semangat keterlibatan dan keberdayaan yang mengiringi, dapat memberikan dampak luas dan multi-player effect yang jauh lebih luas kepada masyarakat DIY,” katanya, Senin (12/9/2022) malam.
Bertajuk Merekah Ruah, event ini berlangsung mulai tanggal 12–25 September 2022. FKY 2022 diharapkan dapat memberikan kesadaran masyarakat tentang budaya sehingga dapat terus hidup dan tumbuh untuk memberikan manfaat pada generasi di masa depan.
“FKY telah menjadi percontohan dari berbagai festival kebudayaan lainnya di Indonesia terutama dalam menciptakan sebuah ruang ekspresi kebudayaan bagi masyarakat. Harapannya melalui festival ini kesadaran masyarakat tentang kebudayaan dapat terus hidup dan tumbuh sehingga kita dapat memberikan manfaat untuk hari ini dan generasi di masa depan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan DIY (Kundha Kabudayaan DIY), Dian Lakhsmi Pratiwi.
Gambaran keberdayaan warga Yogyakarta dalam mengelola air dan tanah, baik secara harfiah maupun simbolis menjadi landasan festival ini, Melalui berbagai program serta pendekatan dalam bentuk festival yang tersebar secara hybrid, sehingga jangkauan edukasi kepada masyarakat dapat diperluas lagi di tahun ini.
“Pada Gelaran kali ini Ekspresi maupun apresiasi budaya yang muncul dari individu-individu maupun kelompok atau komunitas yang ada di Yogyakarta lebih beragam sehingga menciptakan kolaborasi antar kabupaten dan kota di DIY,” ucapnya.
Dia melanjutkan, penyelenggaraan kegiatan ini seharusnya jangan dijadikan agenda rutin tahunan semata. Tetapi, kesinambungan kualitatif festival harus selalu ditingkatkan gayutnya.
“Dengan perluasan berbagai dimensinya. Dengan begitu, festival akan memiliki greget bagi pengembangan seni dan budaya, maujud dalam pencapaian karya budaya yang apresiatif, berbekal dua kata kunci ‘inovasi dan kreasi’. Sehingga dapat dijadikan sebagai melting pots antara kaum minoritas kreatif dengan masyarakat dalam mentransformasi budaya menuju level masyarakat yang mayoritas kreatif serta dapat menjadi ajang merayakan keberdayaan warga masyarakat dalam mengapresiasi budaya,” urainya.
Ketua I FKY 2022 Doni Maulistya mengatakan bahwa visi dari FKY 2022 merupakan kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya.
“Visi yang diusung merupakan kelanjutan dari penyelenggaraan festival pada tahun sebelumnya. Melalui berbagai programnya kali ini melibatkan berbagai subjek budaya yang meliputi masyarakat pegiat budaya, seniman, sanggar, komunitas, tenaga ahli, serta maestro kebudayaan,” terangnya.
Sebagai informasi, FKY 2022 digelar pada 12-21 September 2022 di Teras Malioboro 1 Yogyakarta. Tak hanya itu, FKY 2022 juga memfasilitasi pameran keliling yang mengambil konsep mendekatkan seni pada publik.
Terdapat 5 unit truk yang akan dimural tematik oleh 5 komunitas seni, yaitu ABDW, Mulyakarya, Wayang Polah, Media Legal, dan Gegerboyo. Kelima truk tersebut kemudian akan diaktivasi berkeliling area publik di wilayah DIY. Pada beberapa titik akan digelar berbagai pertunjukan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat sekitarnya. Pameran keliling ini berlangsung pada 13-25 September 2022. (Len)
