Ganjar Usul Perbanyak Ruang Dialog untuk Perkuat Toleransi Anak
·waktu baca 2 menit

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan adanya ruang-ruang bertemu dan berdialog untuk anak-anak yang berbeda sekolah, agama, dan kelompok. Jumlahnya juga harus diperbanyak.
Ia mengusulkan agar kegiatan bertandang antarsekolah dan antarwarga dari rumah-rumah ibadah yang berbeda terus dilakukan. Ini jadi upaya memberikan ruang dialog sehingga anak-anak saling memahami perbedaan yang ada.
"Model kita mengedukasi anak-anak dengan praktik-praktik, mereka bisa berkumpul, mereka bisa bertemu, bisa berdialog menurut saya itu akan lebih baik. Maka anak-anak bisa merasakan. Maka saya usulkan mungkin perlu kok bertandang antarsekolah, antarwarga dari rumah-rumah ibadah yang berbeda. Ini akan sangat bagus sekali," kata Ganjar dalam keterangan yang diterima, Sabtu (29/10/2022).
Intensitas pertemuan dan seringnya berdialog akan mengasah kesadaran anak-anak dan bagaimana cara bersikap dengan orang yang berbeda dengannya.
"Anak akan merasakan begini lho Pancasila dilaksanakan, tidak ada bully, mereka saling menyayangi, mereka saling membantu, dan spirit gotong royongnya muncul," ungkapnya.
Ganjar pun berbincang dengan Oni dan Rosyid, dua anak yang terlibat dalam pertunjukan drama musikal yang bercerita tentang toleransi, khususnya pengamalan dari nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
"Pertunjukan tadi hasil latihan selama enam bulan. Bercerita tentang mengamalkan nilai-nilai Pancasila, kita harus toleransi kepada teman dan orang lain. Saling menghargai dan menyayangi teman meskipun beda agama harus tetap toleransi," ujar Oni dan Rosyid kepada Ganjar.
Ganjar pun mengapresiasi anak-anak yang sudah memahami makna toleransi.
"Dari beberapa anak yang saya ajak ngobrol tadi mengerti kok apa itu toleransi. Maka kalau anak sudah mengerti, orangtuanya harus kasih contoh. Kalau orangtuanya bisa memberikan contoh yang baik maka insyaallah anak-anak akan jauh lebih baik," pungkas Ganjar. (ari)
