Konten Media Partner

GKR Mangkubumi Ibaratkan Masker Seperti Sembako yang Harus Ada

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putri sulung Sultan HB X, GKR Mangkubumi. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Putri sulung Sultan HB X, GKR Mangkubumi. Foto: Tugu Jogja

Status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY sudah turun menjadi level 1. Hal ini disambut gembira oleh berbagai pihak mereka berharap agar dapat perekonomian kembali oleh seperti sebelum pandemi COVID-19.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi mengatakan sebelum PPKM level pertama dinyatakan berlaku di DIY ternyata Jogja sudah mulai ramai. Banyak wisatawan yang sudah berkunjung ke wilayah ini meskipun PPKM level 2.

"Ya kalau di Jogja kan kita udah lihat ya udah rame," ujar dia.

kumparan post embed

Hanya saja Putrinya sulung Sri Sultan HB X tersebut mengingatkan berapapun level PPKM diberlakukan oleh pemerintah namun warga masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya yang paling penting adalah penggunaan masker dimanapun.

Sama seperti sembilan bahan pokok atau sembako, masker ini juga menjadi bagian yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan. Dia mengibaratkan handphone di mana beberapa waktu yang lalu masyarakat tidak begitu merasa penting menggunakan handphone.

"Sama seperti sembako, masker harus ada. Sekarang tetap ke mana-mana membawa handphone. Demikian juga masker," tambahnya.

Kepala OJK DIY, Parjiman menambahkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DIY kini sudah dinyatakan turun dari level 2 menjadi level 1. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat di mana roda perekonomian diharapkan semakin berputar dan kesejahteraan dapat tercapai.

Ia mengaku optimis ekonomi DIY akan segera pulih. Pasalnya kegiatan masyarakat terus menggeliat bahkan sudah terlihat sejak adanya pengurangan syarat ketika akan bepergian jauh terutama ketika menggunakan pesawat terbang ataupun kereta api.

"Sektor bisnis riil sudah banyak yang kembali beraktifitas. Artinya roda ekonomi sudah berputar,"tutur lelaki yang akrab dipanggil Jimy ini.

Menurut Jimy, aktivitas sektor riil memang sudah mulai menggeliat sejak pemerintah melonggarkan syarat bepergian. Demikian juga di sektor industri keuangan juga menunjukkan tren kinerja yang positif. Pihaknya mencatat Pada pertumbuhan sekitar 7% dari industri keuangan terutama perbankan.

Dari sisi dana pihak ketiga atau DPK memang pertumbuhannya sudah sedikit berkurang dibanding dengan ketika kasus covid 19 tinggi. Di mana masyarakat lebih banyak menyimpan uangnya di industri keuangan dibanding untuk diinvestasikan di sektor riil.

Dan ketika sektor riil sudah mulai banyak menggeliat justru yang mengalami peningkatan cukup bagus adalah dari sisi kredit. Di mana Banyak masyarakat terutama kalangan UMKM yang mengajukan kredit ke industri keuangan untuk investasi mereka.

"Kalau dulu banyak menyimpan uangnya tetapi kini lebih membutuhkan modal untuk investasi hingga pertumbuhan DPK berkurang,"terang dia.