Konten Media Partner

HUT ke-77 RI, Masyarakat Diajak Pulihkan Perekonomian

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bupati Indramayu, Nina Agustina Da’i Bachtiar, menyebar benih ikan. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bupati Indramayu, Nina Agustina Da’i Bachtiar, menyebar benih ikan. Foto: istimewa

Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia selama beberapa tahun belakangan memukul telak sektor perekonomian. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk pulihkan sektor perekonomian. Dalam HUT ke-77 RI, masyarakat diajak untuk turut ambil bagian dalam upaya pemulihan ekonomi itu.

Kaum perempuan juga diajak untuk bangkit lewat program pemberdayaan yang telah dirancang pemerintah. Harapannya, kaum perempuan ikut ambil bagian dalam upaya pulihkan ekonomi.

"Pemkab Indramayu berharap bahwa tidak selamanya perempuan Indramayu harus bekerja di luar negeri. Ketika sudah memperoleh penghasilan yang cukup, kiranya agar dikelola secara mandiri di negeri sendiri," ujar Bupati Indramayu, Nina Agustina Da’i Bachtiar, dalam keterangan yang diterima, Rabu (17/8/2022).

Ia menjelaskan bahwa sudah ada sededret program untuk wujudkan Indramayu Bermartabat (Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur, dan Hebat).

kumparan post embed

Salah satunya adalah program Perempuan Berdikari (Pe-ri). Yakni, sebuah program pemberdayaan ekonomi yang diberikan kepada perempuan purna pekerja migran Indonesia (PMI) asal Indramayu. Program itu diberikan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan dan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan yaitu dari Bank Jabar dan Banten (bjb) Cabang Indramayu dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karya Remaja Indramayu.

Nina mengakui, Kabupaten Indramayu merupakan daerah kantong PMI di Provinsi Jawa Barat, bahkan nasional. Minat masyarakat Indramayu untuk bekerja ke luar negeri memang tinggi. Pada 2021, jumlah PMI asal Indramayu mencapai 3.618 orang, yang terdiri dari 565 laki-laki dan 3.053 perempuan. T

ingginya jumlah PMI itu otomatis menambah jumlah purna PMI setiap tahunnya, terutama perempuan purna PMI. Untuk itu, hal tersebut harus diimbangi dengan upaya pelatihan kewirausahaan terhadap para perempuan purna PMI. Diharapkan, mereka mampu berdikari melalui pemberdayaan ekonomi.

Selain itu, Program Pe-ri pun telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026. Dengan satu paket pelatihan kewirausahaan/20 orang peserta per desa, maka diharapkan pada empat tahun kedepan akan tercipta 6.340 wirausahawan baru dari para perempuan purna PMI, yang tersebar di 317 desa di 31 kecamatan di Kabupaten Indramayu.

Pemkab Indramayu juga menjalankan program unggulan lainnya, yakni Kredit Usaha Kecil (Kruwcil). Program itu memberikan kredit kepada warung kecil dan UMKM, untuk mendorong perekonomian mereka.

Selain pelatihan kewirausahaan dan bantuan modal, Pemkab Indramayu juga memiliki program unggulan lain untuk lebih membangkitkan perekonomian masyarakat. Yakni, program Lebu Digital (Le-Dig). Yakni, sebuah program untuk mewujudkan Smart Village atau 'Desa Cerdas' dengan melakukan pemasangan WiFi di setiap balai desa.

Program Le-Dig di antaranya sudah diterapkan di Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder, yang merupakan desa digital pertama di Kabupaten Indramayu. Penerapan digitalisasi, telah terbukti mampu mendongkrak perekonomian masyarakat setempat dan mempermudah pelayanan pemerintahan desa.

Pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sektor kesehatan dengan program Dokmaru (Dokter Masuk Rumah Sakit). Program itu dinilai sebagai terobosan dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

"Dengan kondisi masyarakat sehat, maka dapat menekan beban biaya hidup, yang seharusnya untuk berobat ke dokter. Dengan menghadirkan dokter, biaya itu dapat dialihkan untuk keperluan beban hidup lainnya," ujarnya.

Tak hanya menjalankan program unggulan bagi masyarakatnya, Nina pun membuka pintu lebar-lebar bagi investor menjalankan usaha di Kabupaten Indramayu. Di antaranya dengan memberikan kemudahan regulasi atau syarat bagi investor.

"Kita berikan red carpet," tukas Nina.

Ia berharap, program ini bisa membuat masyarakat Indramayu pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat dari pandemi Covid-19.