Konten Media Partner

Jumlah Penduduk Miskin di Jogja Diklaim Turun, Ini Penjelasan BPS DIY

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kemiskinan. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kemiskinan. Foto: Pixabay

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY menyebut persentase penduduk miskin di Yogyakarta pada akhir tahun 2021 kemarin mengalami penurunan dibanding awal tahun 2021. Tak hanya itu, penduduk miskin di DIY juga mengalami penurunan dari tahun 2020 dibanding 2021.

Kepala BPS DIY, Sugeng Ariyanto, Senin (17/1/2022) mengatakan, Garis kemiskinan pada September 2021 tercatat sebesar Rp 496.904 perkapita perbulan dengan komposisi makanan sebesar Rp 358.285 atau 72 persen dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp 138.620 atau 27,9 persen.

"Pada September 2021, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,15 orang anggota artinya 1 orang kepala keluarga menanggung hidup 3 orang lebih," tambah dia.

Turunnya angka kemiskinan di DIY sebagai dampak menggeliatnya kegiatan ekonomi masyarakat menyusul turunnya angka COVID-19 dan dilonggarkannya kegiatan masyarakat melalui penurunan level PPKM. Di mana bulan Maret 2021 lalu, kasus COVID-19 memang menunjukkan tren kenaikan signifikan.

kumparan post embed

Sugeng mengatakan, dalam catatan BPS, persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 11.91 persen. Angka tersebut turun 0,89 persen poin dibandingkan Maret 2021.

Dalam survei yang mereka lakukan, jumlah penduduk miskin pada September 2021 yang lalu ada sebanyak 474.490 orang atau turun 32.000 orang terhadap Maret 2021. Dan jika dibandingkan pada September 2020, jumlah penduduk miskin DIY turun 28.650 ribu orang.

"Ada penurunan cukup untuk warga yang miskin," ujar dia.

Menurut Sugeng, persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2021 ada sebesar 11 persen atau turun 1,03 persen poin dibandingkan Maret 2021. Sementara penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebesar 13,99 persen. Angka tersebut turun 0,45 persen poin dibandingkan Maret 2021.

Dalam catatan BPS, jumlah penduduk miskin perkotaan pada September 2021 sebanya 331.710 orang dan turun 27.000 orang dibandingkan Maret 2021. Sementara jumlah penduduk miskin perdesaan pada September 2021 sebanyak 142.780 orang.

"Artinya turun 5.000 orang dibanding Maret 2021,"terangnya.