Konten Media Partner

Kakek Asal Bantul Ditemukan Meninggal di Trotoar

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengevakuasi jenazah seorang kakek yang meninggal di trotoar. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengevakuasi jenazah seorang kakek yang meninggal di trotoar. Foto: istimewa

Sarjiman alias Goplem, Kakek berumur 70 tahun asal IIogiri Bantul ini ditemukan meninggal dunia di bawah patung kuda atau di depan kantor Kapanewon Imogiri, Jalan Imogiri Timur Dusun Minggiran Kalurahan Imogiri Kapanewon Imogiri Rabu (4/1/2023) malam.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry menuturkan jasad Mbah Sardjiman ditemukan sekitar pukul 23.30 WIB oleh dua orang remaja asal Kapanewon Jetis yang tengah melintas di jalan tersebut. Mbah Sarjiman ditemukan tengkurap tak bernyawa di trotoar.

"Tidak ditemukan tanda penganiayaan. Tetapi memang ada luka, luka tersebut diduga akibat benturan," kata dia, Kamis (5/1/2023).

Jeffry menyebutkan penemuan jasad Mbah Sardjiman tersebut bermula ketika dua remaja yang melintas di jalan imogiri timur dari arah utara menuju ke selatan dengan mengunakan Sepeda motor dengan cara berboncengan. Dua remaja tersebut sebenarnya keluar rumah hanya untuk sekadar jalan-jalan cari angin.

kumparan post embed

Ketika sampai di lokasi kejadian yaitu di Area patung kuda, keduanya melihat korban tergeletak dalam posisi tengkurap di trotoar. Mereka berdua kemudian berhenti dan mengamati korban.

"Lantaran curiga, selanjutnya memberitahukan kepada warga dan dilanjutkan ke polsek imogiri," ungkapnya.

Beberapa saat kemudian petugas Polsek dan Puskesmas Imogiri tiba di lokasi kejadian dan disusul oleh Tim INAFIS Polres Bantul. Mereka kemudian bersama-sama melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban.

Setelah dilaksanakan pemeriksaan oleh Tim medis dari puskesmas imogiri 1 dengan dengan mengunakan alat Oxsimeter dan Tensi ternyata tidak ditemukan denyut nadi dan denyut jantung serta saturasi oksigen. Terdapat luka pada pelipis sebelah kiri dimungkinkan akibat benturan.

Selain itu juga ditemukan luka pada bibir atas dimungkinkan akibat benturan. Darah keluar dari lubang hidung sebelah kiri, mayat belum kaku dan belum ditemukan lebam pada mayat. Sehingga dimungkinkan korban sudah meninggal dunia kurang dari 1 jam.

"Tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada korban," kata dia.

Jeffry menambahkan berdasarkan keterangan dari Dukuh salaman, korban hanya hidup sebatang kara dan tidak memiliki keluarga. Di samping itu korban memiliki kebiasaan mondar mandir dengan berjalan kaki di sekitar patung kuda. Korban juga pernah menjalani operasi usus buntu dengan pembiayaan dari warga.

Dan berdasarkan keterangan dari tetangga korban yang melintas di lokasi kejadian sekitar pukul 23.15 WIB mengaku melihat korban sedang berjalan kaki mengunakan sebuah payung. Kebetulan waktu itu memang tengah dilanda hujan.