Konten Media Partner

Kaum Perempuan Diajak Cegah Kanker Serviks Sejak Dini dengan Vaksinasi HPV

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kanker. Foto: Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kanker. Foto: Tugu Jogja

Kanker serviks atau kanker leher rahim saat ini berada pada urutan ke-2 sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami oleh perempuan di Indonesia.

Sebagian besar, kasus kanker leher rahim disebabkan oleh adanya infeksi dari virus Human Papilloma Virus (HPV) yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual.

Penyakit ini bisa menyerang pada usia berapa pun tanpa pandang bulu. Semakin bertambah usia, risiko seseorang mengalami kanker leher rahim ini pun menjadi semakin besar.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan RI yang diwakili oleh Mayang Sari mengatakan kanker serviks termasuk salah satu penyakit yang dapat dicegah.

Mayang menuturkan banyak dana negara yang tersedot untuk menanggung pasien kanker serviks, sehingga jika tidak segera diatasi akan menjadi beban pembiayaan kesehatan negara yang berkelanjutan.

"Untuk mengatasi masalah tersebut, kementerian kesehatan telah berkomitmen melaksanakan 6 pilar kesehatan," kata perwakilan Kementerian Kesehatan RI, Mayang Sari, Rabu (2/11/2022).

Ada pun keenam pilar itu antara lain transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan.

kumparan post embed

Sebagai langkah pencegahannya, Mayang mengatakan akan mulai menggencarkan vaksinasi atau imunisasi terhadap remaja.

Hal ini dilakukan sebagai langkah awal untuk melindungi perempuan sedari anak anak agar nantinya generasi penerus bangsa tetap sehat dan produktif.

"Imunisasi atau vaksinasi ini merupakan (langkah) kesehatan yang aman, prospektif dan berdampak besar dalam melindungi masyarakat. Dari berbagai penyakit menular berbahaya, dapat dicegah dengan program imunisasi. Deteksi dini pun harus dilakukan," ujarnya.

Adapun penyebab utama tingginya angka pasien kanker leher rahim ini tak lain karena minimnya kesadaran akan bahaya penyakit satu ini.

Dokter Spesialis Kandungan & Ginekologi, Dr. Cindy Rani Wirasti menjelaskan stadium awal kanker serviks itu cenderung tidak bergejala.

Oleh karena itu, penting untuk menjalani skrining serviks secara rutin sehingga perubahan sel apa pun dapat diketahui sejak awal.

"Yang sangat penting adalah kita perlu melakukan deteksi dini dengan cara, kalau kita sudah melakukan hubungan seksual, harus dibuka vaginanya harus di lihat (melalui tes pap smear)," kata Dr. Cindy Rani Wirasti

Saat seseorang terkena HPV, sistem kekebalan tubuh sebenarnya bisa mencegah virus agar tidak membahayakan.

Menurut Dr Cindy, jika diagnosis nya dilakukan lebih awal, maka tingkat penyembuhannya pun akan lebih tinggi.  Namun sayangnya, sebagian orang membiarkan virus HPV bertahan selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan sejumlah sel serviks menjadi sel kanker.

Inilah pentingnya bagi kaum wanita untuk bisa menerima vaksin yang dapat melindungi diri dari infeksi HPV.

"Kalau kita tidak bergerak sekarang, tidak publikasi dan edukasi masyarakat secara luas, kematian kanker akan meningkat," tuturnya.

Sementara Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine mengatakan pemberian dosis imunisasi akan ditujukan pada remaja yang berada di kelas 5 dan 6 SD terlebih dahulu.

Pencegahan kanker serviks karena HPV tipe 16 dan 18 melalui imunisasi itu, tingkat keberhasilannya bisa mencapai 100% jika diberikan sebanyak dua dosis.

Plt. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine, dalam event Kelas Jurnalis Pencegahan Kanker Serviks. Foto: Maria Wulan/Tugu Jogja

"Kita bisa menekankan insiden (kanker serviks) dengan anak perempuan mendapatkan vaksinasi di usianya 15 tahun. Vaksin HPV (menjadi) salah satu vaksin yang luar biasa," jelasnya.

Terkait deteksi dini, Prima mengatakan kaum wanita bisa melakukan tes skrining untuk mendeteksi ada atau tidaknya kanker serviks. Pemeriksaan ini penting untuk mendiagnosis sel prakanker yang mungkin di kemudian hari dapat berkembang menjadi kanker serviks.

Selain itu, jika Anda belum pernah melakukan hubungan intim, ada baiknya melakukan vaksinasi HPV sebagai pencegahan utama.

Tetapi jika sudah melakukan hubungan seksual lebih dari 3 tahun, Prima mengatakan bahwa pemeriksaan pap smear minimal selama 2 tahun sekali sangatlah diperlukan.

"Kalau sudah melakukan hubungan seksual harus sudah melakukan pap smear," imbuhnya. (Maria Wulan)