Konten Media Partner

Cuaca Hambat Perbaikan Talud yang Amblas di Bantul

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perbaikan talud yang amblas di Bantul. Foto: erfanto/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Perbaikan talud yang amblas di Bantul. Foto: erfanto/Tugu Jogja

Cuaca menjadi kendala utama penyelesaian perbaikan talud jalan Jogja-Wonosari yang longsor di Dusun Plesedan RT 04, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Bantul yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) DIY.

PPK Proyek Perbaikan tersebut, Rohmadi menuturkan rencananya mereka akan membangun pondasi seperti cakar ayam, kemudian nanti akan diberi plat beton tulang kemudian baru naik dindingnya. Dinding yang dibangun pun didesain bertulang sehingga tidak mudah longsor.

"Setelah itu pengembalian kondisi ditimbun kemudian diaspal agar halus," kata dia, Raabu (2/11/2022).

Memang nantinya akan dikemas seperti Bukit Bintang saat ini yang mampu menahan beban cukup besar dan tidak mudah longsor. Desain tersebut sangat cocok untuk titik-titik yang rawan longsor.

Selain di titik tersebut, di sepanjang jalan Jogja-Wonosari ini memang kawasan rawan longsor sehingga paling aman dengan desain seperti tebing di Bukit Bintang. Rencana juga akan titik lain yaitu di Dusun Tambalan karena mengalami longsor.

Target awal Desember disematkan karena menjelang Natal dan Tahun Baru. Target tersebut disematkan dengan harapan akan selesai awal Desember 2022 sehingga tidak mengganggu persiapan libur natal dan tahun Baru.

kumparan post embed

"Jangan sampai molor. Kalaupun molor sedikit nanti tidak akan mengganggu persiapan Natal dan tahun baru. Makanya target kita press atau tekan sesingkat mungkin jangan sampai santai-santai kalau sampai pertengahan Desember kan bahaya," kata dia.

Hanya saja, ia mengakui jika cuaca masih menjadi kendala pengerjaan proyek talud tersebut. Karena ketika hujan turun maka proses perbaikan pun harus dihentikan sampai hujan reda.

Pasalnya, talud tersebut berada di tebing yang rawan longsor, sehingga lahan kerja sempit. Ketika dipaksakan maka akan membahayakan mereka, terutama alat berat yang digunakan untuk bekerja.

"Di samping itu lalu lintas perlu diatur dengan sistem buka tutup. Lalu lintas di jalur tersebut sangat padat sehingga mobilisasi pekerja menjadi terhambat," kata dia.

Kasat Lantas Polres Bantul, Iptu Rifki berharap proyek perbaikan talud longsor di Dusun Plesedan tersebut segera diselesaikan. Proyeksi awal memang akan diselesaikan maksimal awal bulan Desember mendatang, namun pihaknya mendesak agar diselesaikan sesegera mungkin

"Sebentar lagi kan Nataru. Jadi harus selesai sebelum itu," tegas dia.