Konten Media Partner

Kebakaran Landa Gudang Pengepul Kertas Bekas di Bantul

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemadam kebakaran memadamkan api yang melahap gudang pengepul kertas bekas di Bantul, Selasa (20/9/2022). Foto: Erfanto/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Pemadam kebakaran memadamkan api yang melahap gudang pengepul kertas bekas di Bantul, Selasa (20/9/2022). Foto: Erfanto/Tugu Jogja

Gudang pengepul kertas bekas yang berada di Jalan Parangtritis Km 10,6 terbakar. Kebakaran gudang yang berada di Dusun Neco Kalurahan Sabdodadi Kapanewon Bantul ini sempat membuat macet Jalan Parangtritis.

Setidaknya 11 mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Berdasarkan penuturan saksi mata, Gudang pengepul kertas berkas milik CV Kusuma Jaya mulai terbakar pada Selasa (20/9/2022) sektar pukul 13.30 WIB. Saat itu di dalam gudang dipadati karyawan yang sedang bekerja.

Salah satu pekerja di gudang tersebut, Yatinem (60) yang tengah bekerja merapikan kertas mengaku kaget ketika mendengar ada teriakan kebakaran dari bagian belakang gudang tersebut. Mendengar teriakan tersebut ia panik dan langsung berlari ke depan untuk menyelamatkan diri.

"Saya lari ke luar gedung bersama rekan-rekannya yang lain setelah mendengar teriakan kebakaran," ujar dia, Selasa (20/9/2022).

Setelah itu, dia bersama rekan-rekannya mencoba menyelamatkan barang yang kemungkinan masih bisa diselamatkan. Sementara rekan-rekannya yang lelaki berusaha membantu petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

pemilik CV Kusuma Jaya, Retno Wulan Ningrum (87) mengaku hampir semua tumpukan kertas sudah terbakar. Meski belum menghitung secara detil namun kemungkinan ia mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah. Karena selain kertas dan gudang, dia juga harus kehilangan beberapa mesin produksi.

"Kita belum menghitung berapa kerugiannya. Tetapi mungkin bisa miliaran rupiah," ujar dia

Retno sendiri mengaku tidak mengetahui secara pasti api berasal dari mana. Hanya saja saat itu, para karyawan melihat tiba-tiba api muncul dari belakang gudang. Api tersebut muncul dari atas lubang angin yang berada di sisi timur (bagian belakang gudang)

Sebenarnya api yang muncul dari lobang angin tersebut masih kecil. Namun karena kondisi gudang penuh dengan kertas, dengan cepat api menyambar tumpukan kertas. Api tersebut langsung membesar dan membakar hampir seluruh gudang.

"Di dalam gudang banyak karyawan, mereka langsung teriak kebakaran," papar Retno.

Komandan Kompi Divisi Pemadam Kebakaran, Muhammad Khamdani mengatakan peristiwa kebakaran tersebut terjadi Selasa (20/9/2022) usai jam istirahat. Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut karena hingga pukul 16.00 WIB, pihaknya masih fokus memadamkan api.

Hanya saja, di dalam gudang tersebut selain tumpukan kertas dalam jumlah yang banyak juga terdapat beberapa mesin press yang biasa digunakan. Kemungkinan besar pemicu dari kebakaran tersebut adalah karena mesin press overhead.

"Nanti kalau api sudah padam, baru kita periksa penyebabnya," tutur dia.

Menurut Khamdani, api cepat membesar karena di dalam gudang terdapat tumpukan kertas setinggi 5 meter dan hampir memenuhi gudang seluas 6x30 meter ini. Api sudah membakar dengan rata dari bagian depan hingga bagian belakang gudang.

Meski di bagian depan yang berfungsi kantor dan sedikit tumpukan kertas bisa selamat, namun di tumpukan kertas seluas 6x10 meter sudah ludes. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

"Tapi asapnya sangat pekat bisa menggangu warga sekitar," tambahnya.

Petugas pemadam kebakaran sedikit mengalami kesulitan untuk menguasai api yang telah membakar gudang kertas bekas tersebut. Karena di dalam gudang berisi material yang mudah terbakar dan jumlahnya cukup banyak.

Dia memperkirakan tumpukan kertas yang tidak terbakar tinggal 10 persen saja karena sebagian besar sudah terbakar. Saat ini pihaknya fokus memadamkan api dari depan sampai belakang.