Konten Media Partner

Kerangka Manusia di Pantai Parangkusumo Ditemukan dengan Posisi Duduk Bersila

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lokasi penemuan kerangka manusia di Pantai Parangkusumo Bantul, DIY. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Lokasi penemuan kerangka manusia di Pantai Parangkusumo Bantul, DIY. Foto: istimewa

Warga Pantai Parangkusumo, Bantul dibuat geger dengan penemuan kerangka manusia. Penemuan kerangka tersebut bermula dari laporan seorang warga adanya tengkorak manusia di sempadan pantai. Di tengkorak tersebut masih terdapat helai rambut yang agak panjang.

Anggota Polsek Kretek, Iptu Sumanta mengatakan, tengkorak itu pertama kali ditemukan oleh orang yang sedang mencari rumput. Kemudian dia melapor ke tim SAR atas penemuan tengkorak tersebut.

"Kami curiga terus digali. Ternyata anggota badannya masih terkubur di kedalaman sekitar 0,5 meter," ujar Sumanta, Selasa (21/9/2021).

Dari penggalian pasir di bawah tengkorak tersebut ditemukan fakta jika korban yang tinggal tulang tersebut dalam posisi duduk bersila. Namun demikian, tidak ditemukan identitas apapun.

"Tidak ada identitas tapi baju, celana training, dan sendal korban masih utuh," tambah dia.

kumparan post embed

Berdasarkan pemeriksaan sementara oleh tim Puskesmas Kretek, kerangka manusia tersebut kemungkinan sudah terkubur di pasir selama 5-6 bulan sebelum ditemukan.

Sumanta sediri tidak bisa menyimpulkan apakah korban sedang bertapa atau tidak, mengingat setiap Selasa atau Jumat Kliwon, tempat tersebut sering digunakan untuk bertapa. Namun ia membenarkan jika lokasi penemuan mayat sering digunakan untuk bertapa.

"Itu masih harus menunggu hasil penyelidikan. Memang saat ditemukan posisi korban duduk bersila, tapi kami belum bisa menentukan apakah itu bertapa. Menunggu hasil penyelidikan Polres bantul. Di sini juga sering untuk bertapa," katanya.

Penemuan kerangka manusia dibawa ke Rumah Sakit Panembahan Senopati (RSPS) guna identifikasi lebih lanjut. Ia menyebut sampai saat ini belum ada warga sekitar yang merasa kehilangan anggota keluarganya.