• 5

PUBLISHER STORY

Nurul, Anak Buruh Bangunan Peraih IPK 4.0 di UNY

Nurul, Anak Buruh Bangunan Peraih IPK 4.0 di UNY



Prestasi membanggakan memang tidak mengenal latar belakang dan status seseorang.
Ketika seseorang dengan keterbatasan yang dia miliki mampu mempersembahkan prestasi, di saat itulah sebuah kebanggaan terpancar hingga membuat orang lain takjub.
Kisah seperti itu dialami Nurul Rusmavita, gadis penerima beasiswa bidikmisi yang mendapatkan nilai indeks prestasi sempurna 4,00 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Ditemui di rumahnya, di kawasan Onggomertan Maguwoharjo Depok Sleman, Nurul mengisahkan bahwa kuliah merupakan cita-citanya sejak SMP. Hanya saja, niat untuk kuliah terkendala persoalan ekonomi keluarga.
Ia bimbang. Ayahnya, Suwandi, hanya bekerja sebagai buruh bangunan dengan penghasilan tak menentu. Sementara ibunya, Wartinah, tidak bekerja. “Saat lulus dari SMP sempat bingung untuk masuk SMK, apakah ke jurusan Kimia atau Akuntansi," katanya. Kendati dengan ekonomi pas-pasan, orangtua Nurul punya tekat kuat untuk tetap menyekolahkan putrinya sampai jenjang pendidikan tinggi. Semangat ayahnya luar biasa meski raganya sakit-sakitan tapi tetap banting tulang demi menyekolahkan anaknya. Atas saran dari orangtuanya, gadis kelahiran Sleman, 25 Maret 1999 tersebut memilih di SMKN 1 Depok prodi Akuntansi. Pada Ujian Nasional SMK, Nurul mendapat nilai 10 untuk mata pelajaran Matematika. Menurut ibunya, sejak SD hingga SMP Nurul selalu masuk sepuluh besar, bahkan saat SMP bisa tembus tiga besar. “Ketika sekolah di SMK, tiap melewati Fakultas Ekonomi UNY Nurul selalu bilang pada saya, kelak saya harus kuliah di sini," ucap Wartinah penuh haru. Keinginan itu terkabul saat Nurul diterima melalui jalur SBMPTN pada prodi pendidikan akuntansi FE UNY. “Padahal sebelumnya saya pesimis, darimana mendapatkan uang untuk membiayai kuliahnya” kata Suwandi, ayahnya. Ternyata putri tunggalnya mendapatkan beasiswa bidikmisi sehingga tidak perlu membayar SPP.
Ketika ditanya bagaimana cara belajarnya hingga bisa meraih nilai sempurna, aktivis himpunan mahasiswa pendidikan akuntansi FE UNY tersebut menjawab bahwa dia tidak punya waktu khusus untuk belajar. Nurul mengaku belajar seperti mahasiswa yang lain, mengulang materi dan mempersiapkannya bila ada kuis. “Tugas saya kerjakan di kampus atau di rumah," katanya. Nurul berharap dapat menuntut ilmu yang lebih tinggi, sehingga bisa menjadi seorang pendidik. (arif wahyudi)

NewsInspirasiPendidikanYogyakartaRegional

presentation
500

Baca Lainnya